Trenggaleknjenggelek – Nama Faiq Bolkiah kerap mencuri perhatian publik Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Meski tidak bermain di liga papan atas Eropa, pesepak bola asal Brunei Darussalam ini justru dikenal karena satu hal yang jarang dimiliki pemain lainnya: kekayaan luar biasa.
Baca Juga: Tim Jay Idzes, Venezia Tumbuhkan Harapan Bertahan Di Serie A
Faiq merupakan keponakan dari Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah. Dengan latar belakang keluarga kerajaan dan kekayaan yang memiliki cadangan minyak serta gas bumi, Faiq dijuluki sebagai pesepak bola terkaya di dunia. Namun, di balik kemewahan yang melekat pada dirinya, Faiq menyimpan hasrat sederhana—diakui bukan sebagai pangeran, melainkan sebagai pemain sepak bola sejati.
Baca Juga: El Clasico Penentu, Barcelona Vs Real Madrid di Estadi Olimpic
Kariernya dimulai sejak usia muda. Ia sempat menimba ilmu di akademi-akademi ternama seperti Southampton, Chelsea, dan Leicester City di Inggris. Pengalaman internasionalnya bertambah saat ia bergabung dengan klub Marítimo di Portugal. Kini, ia bermain di Liga Thailand bersama Ratchaburi FC.
Baca Juga: Hakimi Bawa PSG ke Final, Raih Predikat Man of the Match
Meski belum mampu mencatatkan prestasi besar di dunia sepak bola profesional, Faiq tetap konsisten membangun karirnya. Sorotan media sering kali lebih fokus pada latar belakang bangsawannya dibandingkan performa di lapangan, sesuatu yang justru ingin ia ubah.
Perjalanan Faiq Bolkiah menjadi bukti bahwa harta dan status bukanlah satu-satunya penentu jalan hidup. Di tengah kemewahan istana, ia memilih rumput lapangan sebagai tempat membuktikan jati dirinya.
Editor : Mohammad Bima Faisal Mirza