Trenggaleknjenggelek – Di tengah keterbatasan dan persiapan yang serba minim, tim futsal putri Trenggalek berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mereka lolos ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025, setelah tampil gemilang di babak kualifikasi Pra Porprov yang digelar di Kabupaten Blitar.
Tergabung di Grup D, tim futsal putri Trenggalek menunjukkan semangat juang tinggi. Dari tiga pertandingan yang dijalani, mereka sukses meraih dua kemenangan dan hanya sekali kalah. Kemenangan telak atas Kota Blitar dengan skor 7-1 dan kemenangan tipis 2-1 atas Pacitan mengantar Trenggalek ke posisi runner-up grup dengan koleksi enam poin.
Satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi tuan rumah Kabupaten Blitar dengan skor 0-5.
“Alhamdulillah kami bisa lolos ke Porprov. Ini hasil kerja keras semua pemain yang luar biasa semangatnya,” ujar Ketua Harian Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Trenggalek, Septiadi Budiwan.
Iwan, sapaan akrabnya, tak menampik bahwa perjalanan tim tidak mudah. Persiapan menuju ajang Pra Porprov berlangsung dalam waktu yang cukup singkat dan tanpa sokongan anggaran resmi dari KONI Trenggalek. Akibatnya, seluruh kebutuhan tim ditopang secara swadaya oleh pengurus, pemain, hingga relawan.
“Persiapan menuju Porprov waktunya sangat singkat. Di sisi lain, kita butuh tambahan pemain agar bisa bersaing. Tapi kendalanya tentu di anggaran,” jelasnya.
Selama babak penyisihan, Trenggalek mencatatkan 10 gol dan kebobolan 6 kali. Statistik ini mencerminkan potensi besar tim yang tampil dengan semangat tinggi meskipun tidak didukung fasilitas dan logistik memadai.
Dengan keberhasilan ini, Trenggalek menjadi salah satu kontestan resmi Porprov Jatim 2025 dari cabang futsal putri. Namun perjuangan belum usai. Iwan menekankan perlunya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan KONI agar tim bisa melakukan persiapan lebih optimal menghadapi Porprov yang akan berlangsung di Kota Batu.
Lolosnya tim futsal putri Trenggalek ke ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut menjadi bukti bahwa semangat dan tekad tak bisa diukur dari kelengkapan fasilitas semata. Kini, tinggal bagaimana daerah memberi kepercayaan dan dukungan nyata kepada para atletnya
“Kami berharap dukungan semua pihak, khususnya dari Pemkab dan KONI. Jangan sampai perjuangan anak-anak ini sia-sia hanya karena persoalan anggaran,” tegasnya.(jaz)