Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Khamzat Chimaev Tantang Dricus Du Plessis Rebut Sabuk Juara Middleweight di UFC 319

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 19 Mei 2025 | 01:50 WIB
Petarung UFC Kelas Middleweight, Khamzat Chimaev
Petarung UFC Kelas Middleweight, Khamzat Chimaev

Trenggaleknjenggelek – Laga besar akan tersaji di panggung UFC 319. Petarung tak terkalahkan asal Chechnya, Khamzat Chimaev, akhirnya mendapat kesempatan emas untuk merebut gelar juara dunia kelas middleweight.

Hal itu terjadilah saat menghadapi sang pemegang sabuk, Dricus Du Plessis, dalam duel yang dijadwalkan berlangsung di United Center, Chicago, Amerika Serikat, pada 16 Agustus 2025 waktu setempat atau 17 Agustus WIB.

Pertarungan ini menjadi momen bersejarah bagi Chimaev. Sejak bergabung dengan UFC pada Juli 2020, ini adalah kali pertama ia terlibat dalam duel perebutan gelar di kelas menengah.

Chimaev yang kini berusia 31 tahun membawa catatan mentereng ke atas oktagon.

Ia belum pernah kalah sepanjang karier profesionalnya dengan rekor 14 kemenangan tanpa cela.

Di panggung UFC sendiri, Chimaev mengemas delapan kemenangan beruntun, enam di antaranya berlangsung dalam ajang numbered fight—pertarungan yang masuk dalam kategori duel bergengsi dan seringkali berkaitan dengan perebutan gelar.

Namun, tantangan yang dihadapi Chimaev bukan perkara mudah.

Lawannya, Dricus Du Plessis, juga mencatat rekor impresif sejak masuk UFC pada Oktober 2020.

Petarung asal Afrika Selatan itu sukses meraih kemenangan dalam sembilan pertarungan beruntun dan belum tersentuh kekalahan.

Ketangguhan Du Plessis terbukti ketika ia merebut sabuk juara kelas middleweight setelah mengalahkan Sean Strickland pada Januari 2024.

Dia mempertahankan gelar tersebut lewat dua laga panas melawan Israel Adesanya serta duel ulang menghadapi Strickland.

Du Plessis dikenal sebagai petarung serba bisa. Dari sembilan kemenangannya di UFC, empat diperoleh lewat kemenangan KO atau TKO, dua melalui teknik submission, dan tiga lainnya melalui keputusan juri.

Gaya bertarung agresif dan efektif menjadikannya ancaman serius bagi siapa pun di divisi ini.

Sementara itu, Chimaev datang dengan kekuatan utama di sektor gulat.

Teknik pitingan dan dominasi ground fight menjadi senjata utamanya.

Dari delapan kemenangan di UFC, empat ia raih dengan submission, dua dengan KO atau TKO, dan sisanya melalui keputusan angka.

Pertarungan ini diprediksi akan berlangsung sengit dan menjadi ujian sejati bagi kedua petarung yang sama-sama belum terkalahkan di UFC.

UFC 319 dipastikan menjadi salah satu ajang paling dinantikan tahun ini, mengingat keduanya memiliki rekor sempurna dan gaya bertarung yang sangat berbeda.

Duel antara Chimaev dan Du Plessis bukan hanya soal siapa yang lebih kuat, tapi juga siapa yang mampu bertahan dan menundukkan tekanan dalam duel kelas atas perebutan sabuk emas. (kho)

Alpha ST Eagle Shoes
Alpha ST Eagle Shoes
Vibe Eagle Shoes
Vibe Eagle Shoes
Fury Eagle Shoes
Fury Eagle Shoes
Shadowrun Eagle Shoes
Shadowrun Eagle Shoes
Nomad Eagle Shoes
Nomad Eagle Shoes
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Khamzat Chimaev #Du Plessis #ufc