Trenggaleknjenggelek – Banyak yang mengira Football Manager hanyalah game simulasi biasa.
Padahal, bagi para penggemarnya, game Football Manager lebih dari sekadar permainan—ini sudah seperti gaya hidup.
Bahkan ada yang menyebutnya sebagai sekte dengan sepak bola (Football Manager) sebagai kedoknya.
Baca Juga: Daftar Hero Meta Mobile Legend di Week 8 MPL ID S15, Suyou dan Fanny Dominasi Peringkat Pertama
Football Manager lahir setelah perpecahan antara Sports Interactive dan Eidos pada 2003.
Ketika itu, Eidos tetap membawa nama Championship Manager, sementara Sports Interactive menciptakan Football Manager 2005, yang dirilis resmi pada 2004.
Baca Juga: Klasemen Sementara MPL Indonesia Season 15: RRQ dan Geek Fam Bersaing Ketat di Upper Bracket
Sejak saat itu, kehidupan banyak pemain game berubah secara drastis.
Tidak sedikit pemain yang mengira mereka akan bermain sebentar, mungkin satu atau dua jam.
Baca Juga: 5 Game PS2 yang Bisa Bikin Stik Rusak dan Kamu Diusir Abang Rental
Nyatanya, mereka bisa duduk berjam-jam tanpa sadar waktu telah berlalu.
Dari mengatur sesi latihan tim U-18, mengusir pemain yang punya sikap buruk hingga mencari wonderkid dari Brasil.
Pemain juga akan mengenakan jas untuk menghadapi final Liga Champions virtual hingga tak terasa tiba-tiba jam sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi.
Meskipun begitu, Football Manager bukanlah sesuatu yang sepenuhnya negatif.
William Still, seorang pelatih sepak bola profesional, mengawali mimpinya dari game ini.
Dahulu, ia hanya seorang remaja yang tekun memainkan Football Manager. Kini, ia melatih klub nyata.
Ini menunjukkan bahwa pengalaman dari game ini bisa menjadi langkah awal ke dunia nyata, selama tidak hanya berhenti di layar monitor.
Studio Director Sports Interactive, Miles Jacobson, bahkan menggambarkan komunitas Football Manager seperti sebuah kelompok besar yang terus berkembang.
"Fans Football Manager itu seperti anggota sebuah sekte. Tapi seperti itu gede banget dan selalu tumbuh. Bapak yang main game ini akan memperkenalkannya ke anak mereka, lalu sang kakak akan mengenalkannya pada adiknya," kata Jacobson.
Football Manager mungkin bukan game aksi atau grafis tinggi. Tapi bagi penggemarnya, ini adalah dunia dengan tantangan tersendiri—dan bagi sebagian orang, ini sudah seperti bagian hidup. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri