Trenggaleknjenggelek – Ruben Amorim menyiapkan revolusi besar-besaran di tubuh Manchester United jelang musim 2025/2026.
Ruben Amorim berencana merombak skuad Setan Merah dengan menyingkirkan pemain-pemain yang tak sepenuhnya sejalan dengan filosofi kepelatihannya.
Revolusi skuad MU, bursa transfer MU, dan Ruben Amorim menjadi tiga kata kunci utama dari dinamika ini.
Ketegasan pelatih asal Portugal itu sudah tampak sejak awal kedatangannya ke Old Trafford.
Dalam laga kontra Manchester City pada Desember lalu, ia mencoret Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho dari daftar pemain.
Rashford bahkan dipinjamkan ke Aston Villa pada Januari, dan santer dikabarkan bakal hengkang secara permanen musim panas ini.
Nasib Garnacho tak kalah genting. Pemain muda Argentina itu disebut-sebut menunjukkan perbedaan pendapat dengan pelatih.
Kini, ia masuk daftar jual dan dibanderol £40 juta. Klub seperti Napoli dan Chelsea disebut tertarik merekrutnya.
Langkah Amorim ini bukan sesuatu yang baru. Saat pertama kali menukangi Sporting CP pada Maret 2020, ia juga langsung melakukan perombakan besar.
Dalam jendela transfer musim panas pertamanya, Amorim menjual tujuh pemain, melepas tiga lainnya secara gratis, dan meminjamkan 15 pemain.
Filosofi sang pelatih jelas: hanya pemain yang loyal dan siap menjalani visi tim yang akan dipertahankan.
Marcos Acuna, yang sempat menjadi kapten dan tampil 36 kali semusim sebelumnya, dijual ke Sevilla.
Sementara Islam Slimani, meski sempat menjadi idola fan, harus angkat kaki karena dianggap kurang berkomitmen.
Amorim bahkan pernah memulangkan Slimani lebih awal dari latihan karena dinilai tidak cukup berusaha.
Amorim memang belum lama berkarier sebagai pelatih, namun ia dikenal teguh memegang prinsip.
Dengan pendekatan yang sama, ia sukses membawa Sporting meraih dua gelar liga.
Kini, tantangan besarnya adalah membentuk ulang skuad Manchester United agar kembali kompetitif—meski itu berarti melepas nama-nama besar demi kepentingan kolektif. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri