Trenggaleknjenggelek — Laga impian tersaji di final UEFA Nations League 2025. Portugal dan Spanyol memastikan tiket ke partai puncak usai melewati semifinal dramatis. Namun, sorotan utama bukan hanya rivalitas dua negara Iberia, melainkan duel simbolis antara dua generasi penyerang tajam: Cristiano Ronaldo (40) dan Lamine Yamal (17).
Ronaldo, sang legenda sepak bola dunia, sekali lagi membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Ia mencetak gol kemenangan Portugal atas Jerman di semifinal melalui Gol Cantik, membawa Selecao das Quinas ke final Nations League untuk kedua kalinya sejak juara edisi perdana tahun 2019.
“Saya tidak pernah lelah bermain untuk Portugal. Final ini mungkin yang terakhir bagi saya, dan saya ingin menutupnya dengan trofi,” ujar Ronaldo
Sementara itu, Spanyol tampil memukau saat menumbangkan Peranci. Bintang muda mereka, Lamine Yamal, mencuri perhatian, Dengan usia baru menginjak 17 tahun, Yamal menjadi pemain termuda yang tampil di final UEFA Nations League.
“Saya tumbuh dengan menonton Ronaldo. Sekarang, saya akan bertanding melawannya di final. Ini seperti mimpi,” kata Yamal dalam konferensi pers.
Pertandingan ini bukan sekadar soal gelar, tapi juga simbol transisi generasi. Ronaldo, pemain dengan rekor gol internasional terbanyak, akan menghadapi Yamal, talenta emas masa depan sepak bola Eropa. Pertemuan mereka menjadi narasi emosional yang menyatukan masa lalu dan masa depan dalam satu lapangan.(bim)
Editor : Mohammad Bima Faisal Mirza