Trenggaleknjenggelek – Cristiano Ronaldo kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka dalam sepak bola.
Di usia 40 tahun 123 hari, Cristiano Ronaldo mencetak sejarah baru sebagai pemain tertua yang mencetak gol di ajang UEFA Nations League.
Torehan itu terjadi saat Cristiano Ronaldo membela Portugal menghadapi Spanyol dalam laga final yang digelar di Allianz Arena, Senin (9/6/2025) dini hari WIB.
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan berakhir imbang 2-2 selama 120 menit, Ronaldo menyumbang satu gol penting bagi Seleção das Quinas.
Gol tersebut menjadi bagian dari kontribusi krusial Ronaldo yang turut mengantarkan Portugal meraih gelar juara lewat drama adu penalti.
Rekor Ronaldo ini menggeser posisi Roy Chipolina, pemain Gibraltar yang sebelumnya menjadi pencetak gol tertua di Nations League pada usia 39 tahun 246 hari.
Ia juga melewati catatan dua nama besar lainnya: Luka Modric yang mencetak gol di usia 38 tahun 365 hari dan Edin Džeko di usia 38 tahun 208 hari.
Dengan demikian, Cristiano Ronaldo kini resmi memegang rekor sebagai pencetak gol tertua dalam sejarah UEFA Nations League.
Tak hanya itu, ia juga mempersembahkan gelar ketiganya bersama Timnas Portugal—dua di antaranya di kompetisi ini, yakni pada edisi 2019 dan 2025.
Yang membuat penampilan Ronaldo semakin luar biasa adalah kenyataan bahwa ia bermain dalam kondisi tidak sepenuhnya fit.
Dalam pernyataannya kepada Record, Ronaldo mengaku sudah merasakan cedera sejak sesi pemanasan.
“Saya sudah merasakannya saat pemanasan, saya sudah merasakannya sejak beberapa waktu lalu. Namun untuk tim nasional, jika saya harus mematahkan kaki, saya akan melakukannya,” ujar Ronaldo.
Ronaldo menambahkan bahwa final ini adalah tentang komitmen penuh kepada tim.
“Ini adalah gelar juara. Saya harus bermain dan memberikan segalanya. Saya melakukan sebisa mungkin dan membantu dengan sebuah gol,” katanya.
Dedikasi luar biasa sang kapten ini tidak hanya membawa Portugal ke podium tertinggi, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai legenda hidup yang tak pernah berhenti mengukir prestasi.
Gol ke gawang Spanyol di laga final tak hanya menjadi pembuktian, tapi juga menjadi saksi bahwa mentalitas juara dan ketajaman Cristiano Ronaldo tetap menginspirasi, bahkan di usia kepala empat. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri