Trenggaleknjenggelek – Cristiano Ronaldo kembali membawa Portugal meraih kejayaan di pentas internasional.
Namun, di balik euforia juara UEFA Nations League 2025 usai menaklukkan Spanyol lewat adu penalti 5-3, terselip kisah unik yang kembali terulang: cedera di laga final.
Final UEFA Nations League 2025 yang digelar Senin (9/6) dini hari WIB mempertemukan Portugal dengan Spanyol dalam duel sengit yang berakhir imbang 2-2 di waktu normal.
Cristiano Ronaldo sempat mencetak satu gol penting untuk Portugal, sebelum akhirnya harus ditarik keluar pada menit ke-88 karena cedera hamstring. Goncalo Ramos masuk menggantikan sang kapten.
Momen itu sempat menguras emosi. Cristiano Ronaldo tampak menahan tangis saat berjalan ke sisi lapangan.
Meski tidak menyelesaikan pertandingan, ia tetap menjadi bagian penting dari kemenangan timnya.
Ini bukan pertama kalinya Ronaldo mengalami nasib serupa. Pada final Euro 2016 silam, megabintang Portugal itu juga harus meninggalkan lapangan lebih awal karena cedera.
Ia digantikan Ricardo Quaresma di menit ke-25. Kala itu, Portugal tetap keluar sebagai juara usai mengalahkan Prancis lewat gol Eder di masa perpanjangan waktu.
Menariknya, dari tiga gelar internasional yang pernah diraih Ronaldo bersama Portugal, dua di antaranya justru diraih saat dirinya harus keluar lebih awal karena cedera.
Satu-satunya gelar yang diraih Ronaldo dalam kondisi fit sepanjang pertandingan adalah UEFA Nations League 2018/2019.
Bedanya, turnamen tersebut tidak memiliki laga final karena menggunakan format grup dan klasemen poin untuk menentukan juara.
Meski begitu, Ronaldo tetap menunjukkan peran vital baik di dalam maupun luar lapangan.
Ketajamannya tetap terjaga meski usia telah menyentuh kepala empat, dan dedikasinya tidak pernah pudar meski tubuhnya tak lagi sekuat dahulu.
Kisah Ronaldo bersama timnas Portugal menjadi catatan langka di sepak bola modern—tentang bagaimana seorang legenda tetap memberi dampak besar bahkan saat harus meninggalkan lapangan lebih awal. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri