Trenggaleknjenggelek – Cabang olahraga voli pantai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025 resmi menggunakan format pertandingan terbaru. Hal ini membuat seluruh atlet dan official yang bertanding wajib lebih cermat dalam menyusun strategi agar tidak kecolongan di tengah ketatnya kompetisi.
Babak penyisihan mulai digelar pada Senin (23/6/2025) di wilayah Malang Raya. Sebanyak 13 kabupaten/kota ikut ambil bagian, di antaranya Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Surabaya, Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Banyuwangi, Tuban, Pamekasan, Sumenep, Mojokerto, dan Bojonegoro. Lebih dari 100 atlet putra dan putri terdaftar dalam cabor yang selalu menyedot perhatian ini.
Technical Delegate voli pantai Porprov Jatim IX/2025, Bambang Eko Suhartawan, menjelaskan bahwa tahun ini ada pembaruan format kompetisi yang harus diperhatikan oleh seluruh kontingen.
“Tahun ini Porprov menggunakan format terbaru. Ada tiga nomor yang dipertandingkan: 2x2, 4x4, dan beregu. Semuanya digelar untuk kategori putra dan putri, jadi total ada enam medali emas yang diperebutkan,” terang Bambang, yang akrab disapa Wawan.
Perubahan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelatih dan official karena setiap nomor memiliki karakter permainan dan strategi berbeda. Nomor 2x2 lebih menuntut kecepatan dan kekompakan, sedangkan beregu dan 4x4 mengedepankan rotasi dan daya tahan tim.
“Format ini kami rancang untuk memperluas ruang pembinaan atlet muda. Tapi artinya atlet dan official harus lebih waspada—baik dalam pengaturan stamina, strategi, maupun adaptasi terhadap sistem permainan,” imbuh Wawan.
Sebagian besar peserta Porprov kali ini merupakan pelajar tingkat SMA. Hal ini sejalan dengan misi utama Porprov sebagai ajang pembibitan atlet muda potensial di Jawa Timur.
“Porprov bukan sekadar kompetisi, tapi juga tempat menempa pengalaman bagi para atlet muda. Kami ingin mereka terbiasa dengan format pertandingan yang lebih kompleks sejak dini,” kata Wawan.
Dengan format baru ini, ketatnya persaingan antar daerah pun semakin terasa. Tim-tim dari Surabaya, Lamongan, dan Banyuwangi disebut sebagai kontingen unggulan, tetapi tidak menutup kemungkinan kejutan datang dari daerah lainnya.
Panitia mengimbau seluruh kontingen untuk memperhatikan ketentuan teknis dan selalu mengikuti briefing harian, terutama menyangkut jadwal pertandingan dan penyesuaian aturan. Sementara itu, panitia juga memastikan semua venue telah siap dan memenuhi standar keamanan serta kenyamanan.(jaz)
Editor : Zaki Jazai