Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gagal Penuhi Kriteria Keuangan, Olympique Lyon Degradasi ke Ligue 2 Meski Lolos ke Liga Europa

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 26 Juni 2025 | 01:47 WIB
Olympique Lyon mengalami degradasi dari Ligue 1 ke Ligue 2 usai tak penuhi syarat keuangan.
Olympique Lyon mengalami degradasi dari Ligue 1 ke Ligue 2 usai tak penuhi syarat keuangan.

Trenggaleknjenggelek – Kabar mengejutkan datang dari jantung sepak bola Prancis, Olympique Lyon.

Olympique Lyon, salah satu klub raksasa dengan sejarah panjang di Ligue 1, resmi terdegradasi ke Ligue 2 untuk musim depan, bukan karena prestasi buruk di lapangan, melainkan akibat persoalan keuangan serius.

Keputusan ini diambil setelah Dewan Nasional Pengendali Keuangan Klub Sepak Bola Prancis (DNCG) secara resmi menolak laporan keuangan Olympique Lyon dalam pertemuan yang digelar awal pekan ini.

Padahal, Lyon menutup musim dengan menempati posisi keenam klasemen dan berhak tampil di Liga Europa.

Masalah keuangan Lyon sejatinya sudah dipantau sejak November 2024.

Kala itu, klub sempat dijatuhi sanksi degradasi bersyarat menyusul laporan utang yang membengkak hingga lebih dari €500 juta.

Meski telah melakukan berbagai langkah korektif, laporan keuangan terbaru mereka tetap dinilai belum memadai untuk menjamin keberlanjutan klub.

Eagle Football Group selaku pemilik saham mayoritas Lyon telah menjual sejumlah aset penting demi menyehatkan neraca keuangan.

Salah satu langkah signifikan adalah pelepasan 42,9 persen saham mereka di klub Premier League, Crystal Palace, milik John Textor.

Selain itu, tim wanita Lyon juga dijual dengan nilai fantastis sebesar £190 juta.

Dari pasar transfer, Lyon meraup sekitar £45 juta dari hasil penjualan Maxence Caqueret ke Como dan Rayan Cherki ke Manchester City.

Klub juga melepas pemain-pemain bergaji tinggi seperti Alexandre Lacazette dan kiper senior Anthony Lopes sebagai bagian dari upaya pemangkasan beban finansial.

Namun demikian, DNCG dalam pernyataan resminya menyebut bahwa klub belum menunjukkan kestabilan jangka panjang, terutama dalam pengelolaan keuangan secara struktural.

Karena itu, sanksi degradasi tetap dijatuhkan meski performa tim di lapangan sebenarnya layak mendapatkan tempat di kompetisi Eropa.

Merespons keputusan ini, Lyon menyatakan akan segera mengajukan banding.

Dalam keterangan tertulis, manajemen klub menyebut langkah DNCG “tidak dapat dimengerti” karena semua permintaan telah mereka penuhi, termasuk penyuntikan dana ekuitas yang diklaim melebihi batas minimum.

“Melalui penjualan Crystal Palace dan kontribusi para pemegang saham, kami memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk menjalani musim kompetisi mendatang,” tulis pernyataan Lyon, yang juga menekankan bahwa pencapaian lolos ke Liga Europa semestinya menjadi salah satu pertimbangan utama.

Apabila banding tersebut ditolak, maka Reims yang sebelumnya kalah di laga play-off degradasi berpeluang menggantikan posisi Lyon di Ligue 1.

Situasi ini tak hanya mengguncang internal klub, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi sepak bola Prancis, mengingat Lyon adalah klub dengan tujuh gelar juara Ligue 1 dan sejarah panjang di Eropa.

Nasib Lyon kini berada di tangan Komite Banding, yang dalam waktu dekat akan menentukan apakah salah satu ikon sepak bola Prancis itu tetap harus turun kasta atau diberi kesempatan bertahan. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#degradasi #ligue 1 #keuangan #olympique lyon