Trenggaleknjenggelek - Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025 bukan sekadar pentas persaingan antar-kabupaten/kota. Bagi para atlet panahan, kompetisi ini menjadi gerbang awal untuk melangkah ke jenjang nasional, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON). Kesempatan itu kini terbuka lebar bagi 353 atlet dari 27 kontingen yang siap berlaga mulai 30 Juni hingga 4 Juli di Lapangan Ajendam V/Brawijaya, Malang.
Sebanyak 22 nomor pertandingan akan dipertandingkan, mencakup kategori putra, putri, dan campuran. Seluruh peserta akan bersaing ketat untuk meraih medali, namun lebih dari itu, mereka juga memperebutkan peluang menjadi wakil Jawa Timur di panggung olahraga nasional.
Technical Delegate Panahan Porprov Jatim IX, Eka Bayu Budi, mengatakan bahwa ajang ini menjadi ajang seleksi tak langsung menuju PON, di mana atlet-atlet peraih medali berpotensi besar untuk dipanggil memperkuat kontingen Jawa Timur.
"Porprov ini adalah fondasi penting untuk menuju PON. Siapa pun yang berprestasi di sini, akan jadi perhatian bagi tim pemantau prestasi daerah. Jadi bukan sekadar menang, tapi menunjukkan konsistensi dan kesiapan sebagai atlet nasional," ungkap Bayu.
Dari sisi regulasi, Porprov Jatim 2025 tetap mengacu pada World Archery Rules Book. Beberapa penyesuaian teknis dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan kelancaran pertandingan. Salah satunya, posisi peralatan panahan kini dipindah ke depan pelatih agar lebih mudah dijangkau oleh atlet saat bertanding.
"Penyesuaian ini hasil kesepakatan dalam technical meeting, dan kami pastikan tidak mengubah esensi kompetisi. Justru mendekatkan kita pada standar kompetisi yang lebih tinggi," lanjutnya.
Bayu juga menekankan pentingnya sportivitas dan komunikasi terbuka antar-kontingen selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, Porprov bukan hanya tempat menguji teknik dan ketahanan mental atlet, tetapi juga sarana pendidikan karakter melalui semangat fair play.
Dengan total 353 atlet yang akan bersaing selama lima hari kedepan, panahan menjadi salah satu cabang olahraga dengan jumlah peserta terbanyak. Hal ini mencerminkan tingginya minat dan pembinaan yang serius dari daerah-daerah di Jawa Timur terhadap olahraga panahan.
Porprov Jatim IX diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya talenta baru yang siap bersaing di tingkat nasional. Untuk para atlet panahan, setiap bidikan bukan sekadar mengejar medali, tapi juga langkah awal menuju panggung PON yang lebih besar.(jaz)
Editor : Zaki Jazai