Trenggaleknjenggelek - Kehilangan Diogo Jota, penyerang Liverpool dan tim nasional Portugal, dalam kecelakaan mobil yang tragis, mengguncang dunia sepak bola.
Berikut adalah 7 fakta terkait tragedi yang terjadi pada 3 Juli 2025:
1.Kecelakaan di Jalan A-52, Zamora
Diogo Jota dan adiknya, Andre Jota, tewas dalam kecelakaan mobil di jalan tol A-52, Spanyol, sekitar pukul 00:30 waktu setempat.
Mobil mereka terbalik dan terbakar setelah keluar jalur di kilometer 65, menewaskan keduanya di lokasi kejadian.
2.Mobil yang Terbakar Hebat
Kendaraan yang ditumpangi oleh Diogo dan Andre terbakar dengan sangat cepat setelah kecelakaan.
Saksi mata melaporkan bahwa api menyebar dalam hitungan menit, membuat upaya penyelamatan menjadi sangat sulit.
3.Kecepatan Tinggi dan Pecah Ban
Investigasi awal mengindikasikan bahwa mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Diduga ban mobil pecah saat menyalip kendaraan lain, yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali di jalur yang berkelok tajam dan berisiko.
4.Momen Bahagia yang Terhenti
Tragedi ini terjadi hanya dua minggu setelah Diogo Jota menikahi Rute Cardoso.
Pasangan muda itu baru saja merayakan pernikahan mereka di Portugal dan memiliki tiga anak.
Kecelakaan ini menghentikan momen kebahagiaan mereka.
5.Karier Cemerlang Diogo Jota
Diogo Jota dikenal sebagai pemain bola yang memiliki karier cemerlang.
Sejak pindah ke Liverpool pada 2020, Jota mencetak 85 gol dari 233 pertandingan dan membantu tim meraih berbagai gelar, termasuk Premier League 2024-25.
6.Prestasi Internasional
Jota juga sukses di level internasional. Bersama Portugal, ia mencatatkan 14 gol dari 49 penampilan dan menjadi bagian dari tim yang memenangkan UEFA Nations League 2025, mengukuhkan dirinya sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru Portugal.
7.Duka yang Mengguncang Dunia Sepak Bola
Berita duka ini mengejutkan tidak hanya fans Liverpool, tetapi juga dunia sepak bola secara keseluruhan.
Klub, rekan setim, dan penggemar menyampaikan belasungkawa mendalam, mengingat kecelakaan ini terjadi di jalan yang sebelumnya telah memakan banyak korban. (mal)
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani