Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dari Striker ke Wingback, Kisah Zahra Muzdalifah dari Timnas Putri Indonesia Mirip Ashito di Anime Ao Ashi

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 5 Juli 2025 | 19:16 WIB
Kisah Zahra Muzdalifah di Timnas Putri Indonesia Mirip Ashito di anime Ao Ashi
Kisah Zahra Muzdalifah di Timnas Putri Indonesia Mirip Ashito di anime Ao Ashi

Trenggaleknjenggelek – Perubahan posisi Zahra Muzdalifah dalam dua laga awal Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 menarik perhatian publik sepak bola Indonesia.

Dari semula penyerang, Zahra kini mencoba peran sebagai wingback—sebuah transisi tak terduga, tapi bukan tanpa alasan.

Menariknya, kisah Zahra ini mengingatkan pada karakter anime sepak bola Ao Ashi, Ashito Aoi.

Dalam serial tersebut, Ashito yang awalnya adalah striker andalan klub lokal, justru dipindah ke posisi bek sayap oleh pelatihnya di tim muda Tokyo City Esperion.

Alasannya? Ashito punya visi permainan luas dan determinasi tinggi, dua kualitas yang ternyata lebih cocok ditempatkan sebagai bek modern yang agresif dan ofensif.

Hal serupa mungkin terjadi pada Zahra. Dalam pertandingan melawan Kirgizstan, pelatih Satoru Mochizuki menempatkannya sebagai wingback.

Menurut Zahra, keputusan ini didasari performanya saat memperkuat Timnas melawan klub Belanda ADO Den Haag.

“Coach Mochi lihat aku waktu itu di Belanda, dan menurut dia aku punya potensi di situ,” ujar Zahra.

Mochizuki disebut mencari pemain multifungsi, terutama karena Timnas Putri Indonesia kekurangan stok bek sayap.

Meski posisi itu bukan natural bagi Zahra, ia siap beradaptasi demi tim. “Aku tetap maksimal, sesuai arahan pelatih,” tegasnya.

Namun dalam laga kedua melawan Pakistan, Zahra kembali ke posisi aslinya sebagai penyerang. Sayangnya, hasil akhir mengecewakan.

Garuda Pertiwi kalah 0-2 dalam laga yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Rabu (2/7/2025).

Kekalahan ini di luar ekspektasi, mengingat Pakistan sebelumnya kalah telak 0-8 dari Chinese Taipei.

“Jujur gak menyangka. Tapi bukan berarti kita meremehkan. Peringkat itu cuma angka. Hasilnya tetap ditentukan di lapangan,” kata Zahra, menepis anggapan publik soal sikap jemawa tim.

Zahra dan kawan-kawan kini wajib menang di laga terakhir kontra Chinese Taipei, Sabtu (5/7), demi menjaga peluang lolos ke putaran final.

Persis seperti Ashito di Ao Ashi, mungkin perubahan posisi Zahra justru akan menjadi awal dari babak baru kariernya—sebagai wingback modern yang memadukan kecepatan, visi, dan ketekunan di sisi lapangan. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Wingback #timnas putri indonesia #Zahra Muzdalifah #Ao Ashi #striker