Trenggaleknjenggekek – Kontingen Kabupaten Trenggalek harus puas menempati posisi paling bawah alias 38 dalam klasemen akhir perolehan medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Dari ratusan bahkan ribuan medali yang diperebutkan selama perhelatan dua tahunan ini, Trenggalek hanya berhasil membawa pulang 3 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu dengan total poin 22.
Perolehan ini menempatkan Trenggalek di urutan terakhir dari seluruh kabupaten/kota peserta. Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi dunia olahraga Trenggalek, yang sebelumnya sempat menargetkan setidaknya tembus di papan tengah klasemen.
Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX yang digelar di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) resmi ditutup pada Sabtu (5/7/2025) malam di Stadion Kanjuruhan. Kota Surabaya keluar sebagai juara umum, dengan perolehan fantastis 199 emas, 131 perak, dan 140 perunggu.
Trenggalek sendiri mengikuti sejumlah cabang olahraga, termasuk panjat tebing, futsal, pencak silat, catur, dan esports. Namun hanya beberapa cabor yang mampu menyumbangkan medali. Cabor senam tetap menjadi andalan yang tetap konsisten menyumbang emas, di tambah dua perunggu meski jumlahnya masih jauh dari harapan.
Minimnya raihan medali ini dinilai sebagai alarm bagi pemerintah daerah, KONI Trenggalek, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan atlet, dukungan anggaran, dan sinergi antar lembaga perlu segera dilakukan agar Trenggalek tidak kembali terpuruk dalam Porprov berikutnya.
Ajang Porprov sejatinya menjadi wahana pembinaan atlet muda dan pembuktian kemampuan daerah dalam mencetak prestasi olahraga. Jika tidak ditangani serius, kondisi ini bisa berdampak pada motivasi atlet dan regenerasi olahraga di masa mendatang.(jaz)
Editor : Zaki Jazai