Trenggaleknjenggelek – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin angkat bicara terkait anjloknya prestasi kontingen daerahnya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025. Dengan nada santai namun penuh makna, ia menyatakan komitmen untuk bangkit dan memperbaiki capaian di masa mendatang.
“Nggak apa-apa, semangat. Kita bangkit nanti tahun depan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin, Selasa (8/7/2025), menanggapi capaian kontingen Trenggalek yang terjerembab di dasar klasemen perolehan medali.
Trenggalek tercatat berada di posisi ke-38, alias juru kunci, dengan raihan 3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Ini merupakan hasil terburuk yang pernah dicatat oleh kontingen Trenggalek dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang olahraga dua tahunan tingkat provinsi itu.
Pernyataan Bupati tersebut diamini oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek, Joko Purwito.
Ia menyebut bahwa kegagalan memenuhi target medali disebabkan oleh komposisi atlet yang sebagian besar masih tergolong yunior dan belum cukup berpengalaman.
“Atlet kita tahun ini memang banyak yang yunior. Mereka sudah berjuang semaksimal mungkin. Kami yakin dua tahun lagi bisa meraih medali,” ujar Joko.
Joko menegaskan bahwa prestasi yang tidak maksimal ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh oleh Pemkab bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek. Evaluasi mencakup pola pembinaan atlet, seleksi cabor unggulan, serta strategi pengiriman kontingen yang lebih terukur.
Seiring dengan itu, pemerintah daerah memastikan akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi atlet lokal agar mampu bersaing di level provinsi, bahkan nasional. Harapannya, Porprov berikutnya tak hanya menjadi ajang partisipasi, tetapi juga kesempatan meraih prestasi dan membanggakan daerah.
Dengan pengakuan atas kegagalan dan tekad untuk bangkit, Trenggalek kini berada di titik refleksi menuju sistem pembinaan olahraga yang lebih solid dan kompetitif.(jaz)
Editor : Zaki Jazai