Bentuk Kepengurusan Baru, E-Sport Trenggalek Wajib Tingkatkan Prestasi
Zaki Jazai• Sabtu, 2 Agustus 2025 | 14:10 WIB
Para atlet Trenggalek ketika bertanding
Trenggaleknjenggelek– Dengan terbentuknya kepengurusan baru Elektronik Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Trenggalek tahun 2025, Pemerintah Kabupaten menaruh harapan besar agar prestasi cabang olahraga ini terus meningkat dan mampu menjangkau generasi muda secara lebih luas.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek, Agoes Setiyono menegaskan bahwa meskipun tergolong cabang olahraga baru, ESI telah menunjukkan kontribusi positif dalam membina potensi pemuda.
“Walaupun pemerintah daerah masih minim kontribusi karena ini cabang olahraga baru, tetapi prestasinya sudah tampak. Ke depan, perhatian dari pemerintah akan kami upayakan lebih besar,” ujar pria yang akrab disapa Agus ini, saat menghadiri Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) ESI Trenggalek.
Agus juga menepis anggapan bahwa esport sekadar permainan tanpa nilai pendidikan. Ia menyebut, olahraga digital ini justru memuat banyak unsur positif yang patut dikembangkan.
Lebih lanjut, mantan Kepala Diskomindag Trenggalek ini menyampaikan bahwa dunia pendidikan di Trenggalek juga mulai mengenalkan esport kepada pelajar, salah satunya melalui ajang kompetisi antar SMP yang pernah digelar tahun lalu. Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap inovasi dan kreativitas generasi muda di era digital.
“Esport bukan sekadar game. Di situ ada kerja sama tim, sportivitas, dan pemanfaatan teknologi. Ini penting dan sisi positifnya harus diwadahi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas semangat regenerasi dalam tubuh ESI.
“Harapan kita ke depan semakin baik. Tadi juga disampaikan oleh Kepala Dinas bahwa kita sudah ada peraih medali perunggu di tingkat provinsi,” ujar Doding.
Ia menilai, esport merupakan olahraga yang sangat relevan dengan zaman dan dapat menjadi alternatif positif di tengah maraknya fenomena negatif seperti judi online.
“Kalau esport terus dikembangkan, perhatian pemuda bisa diarahkan ke hal positif. Ini olahraga masa kini, dan bisa jadi peluang besar jika ke depan bisa dikembangkan menjadi metaverse, menyambut teknologi yang semakin canggih,” ucapnya.
Doding juga mencatat bahwa antusiasme terhadap esport cukup tinggi, bahkan hingga pelosok desa. Karena itu, ia mendorong agar ke depan KONI Trenggalek bisa mulai mengakomodasi cabang ini.
Kehadiran kepengurusan baru diharapkan menjadi momentum penting bagi ESI Trenggalek untuk menyusun program strategis, memperluas pembinaan, dan mencetak atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Saat ini memang belum masuk KONI, mudah-mudahan tahun depan bisa terakomodasi,” imbuhnya.(jaz)
Para guru purna SMP Negeri 5 Semarang ikut memainkan angklung di peringatan HUT ke-68 sekolah tersebut. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)Siswa SMP 5 Semarang memainkan angklung. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang) Editor : Zaki Jazai