Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Padat Kegiatan PHBN, Jadi Alasan Askab PSSI Trenggalek Jadwalkan TSL Akhir September

Zaki Jazai • Minggu, 3 Agustus 2025 | 14:54 WIB
Tim sepakbola Trenggalek siap melaju ke pra porprov
Tim sepakbola Trenggalek siap melaju ke pra porprov

Trenggaleknjenggelek – Padatnya agenda Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) di Kabupaten Trenggalek pada Agustus 2025 membuat Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Trenggalek memutuskan untuk menggelar Trenggalek Soccer League (TSL) pada akhir September mendatang.

Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, mengatakan bahwa TSL merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun. Namun, untuk edisi 2025, pihaknya memilih menunda jadwal pelaksanaan karena hampir sepanjang Agustus, Trenggalek dipenuhi rangkaian kegiatan PHBN, termasuk lomba, kirab, upacara, hingga event olahraga antar instansi.

“Jadi tidak mungkin kita akan menggelar pada bulan Agustus,” tegas Puguh.

Menurutnya, penundaan ini bukan berarti mengurangi antusiasme maupun persiapan tim. Justru dengan jadwal di akhir September, klub-klub internal memiliki waktu tambahan untuk mematangkan strategi dan komposisi pemain. “Perkiraan pelaksanaan pada akhir September, karena di bulan itu juga ada agenda diklat wasit,” ujarnya.

Puguh menjelaskan, TSL 2025 akan dibagi menjadi dua divisi, yakni Divisi I dan Divisi II. Pembagian tim akan mengacu pada hasil peringkat kompetisi tahun lalu, di mana 10 besar akan masuk Divisi I, sementara sisanya berada di Divisi II.

“Secara teknis monggo berkoordinasi dengan bidang pertandingan supaya lebih detail,” katanya.

Untuk format pertandingan, Askab tengah membahas dua opsi, yakni sistem kompetisi penuh atau sistem gugur. Keputusan final akan diambil dalam rapat internal menjelang pelaksanaan.

Selain menggelar TSL, Askab juga akan melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) wasit pada September. Puguh mengakui jumlah wasit berlisensi di Trenggalek masih terbatas, sementara aspirasi dari klub-klub internal cukup tinggi agar kompetisi dipimpin perangkat pertandingan yang kompeten.

Dengan jadwal yang bergeser, TSL 2025 diharapkan menjadi momentum pembinaan sepak bola lokal yang lebih matang. Askab optimistis, setelah euforia PHBN, masyarakat Trenggalek tetap akan memberikan dukungan penuh bagi kompetisi yang menjadi ajang pembuktian talenta sepak bola daerah ini.

“Intinya kita akan menggelar diklat wasit. Monggo yang mau ikut, biayanya sharing,” tutupnya.(jaz) 

 

 

 

 

Editor : Zaki Jazai
#persiapan tim #pssi trenggalek #tsl