Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Erick Thohir Tegaskan Timnas Indonesia Tak Akan Selamanya Bergantung pada Naturalisasi

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 4 Agustus 2025 | 02:29 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir

Trenggaleknjenggelek - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak boleh selamanya mengandalkan proses naturalisasi dalam pembentukan skuad.

Menurutnya, ketergantungan berlebihan terhadap pemain naturalisasi justru bisa berdampak negatif bagi perkembangan talenta muda di level akar rumput.

Erick menyebutkan bahwa untuk timnas senior, keberadaan pemain naturalisasi memang masih diperlukan demi menjaga daya saing.

Hal ini tidak lepas dari banyaknya pemain keturunan Indonesia yang berkembang di luar negeri dan memiliki kualitas mumpuni.

“Untuk timnas senior, kita quick win? Kenapa? Ya kebetulan momentumnya dapat. Iya kan? Momentumnya dapat, gitu,” kata Erick Thohir dalam tayangan YouTube Liputan6.

Namun, ia menolak jika naturalisasi dijadikan pola utama dalam pembinaan timnas usia muda.

“Tapi, apakah terus ini dibangun pakai naturalisasi? Timnas U-17 naturalisasi? Timnas U-20 naturalisasi? Ya tidak dong. Pembinaan di bawahnya mati dong,” tegas Erick.

Ia juga menepis anggapan keliru publik yang mengira beberapa pemain diaspora di timnas kelompok umur sebagai hasil naturalisasi.

Erick menegaskan bahwa para pemain tersebut sejatinya sudah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).

Salah satunya adalah Mathew Baker, bek Melbourne City asal Australia yang kini memperkuat Timnas U-20 setelah sebelumnya tampil di Timnas U-17.

Ada pula Welber Jardim, gelandang muda Sao Paulo di Brasil, yang merupakan rekan seangkatan Baker.

“Kadang-kadang lupa, dibilang Mathew Baker naturalisasi. Bukan. Baker berpaspor Indonesia dan kita bangga. Bangga dia bermain di tim senior klubnya,” ucap Erick.

“Di timnas U-20, Jardim, bapaknya dulu bermain di Indonesia. Ibunya orang Indonesia. Jadi mempunyai paspor Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Erick menyebut nama Jens Raven sebagai contoh lain. “Jens Raven, ya kebetulan dia mau, ya kan?” ungkap Menteri BUMN tersebut.

Lebih jauh, Erick mencontohkan sejumlah negara yang memanfaatkan naturalisasi secara masif di level timnas senior.

"Jadi kembali, kalau senior ya memang gimana? UEA mempunyai delapan pemain Brasil. Coba cek. Qatar, memang orang Qatar? Maroko...” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa strategi ini tidak boleh mematikan regenerasi talenta lokal.

"Tapi, tanpa membunuh regenerasi talent pool,” pungkas mantan Presiden Inter Milan itu. (kho)

Gerakan Subuh Sejahtera (GASTRA) di Blora
Gerakan Subuh Sejahtera (GASTRA) di Blora
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#erick thohir #Timnas Indonesia #naturalisasi