TRENGGALEKNJENGGELEK - Shin Tae-yong resmi diumumkan sebagai pelatih baru klub Korea Selatan Ulsan HD pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengisi posisi yang ditinggalkan Kim Pan Gon yang tak dipertahankan manajemen karena penurunan performa tim Ulsan HD.
Ulsan HD memang tampil mengecewakan musim ini meski sempat menjuarai K-League 1 pada musim sebelumnya.
Rumor soal bergabungnya Shin ke Ulsan HD sudah menguat sejak sepekan lalu sebelum akhirnya diumumkan resmi.
Pria yang akrab disapa STY itu dianggap sebagai kandidat kuat karena sudah berpengalaman di level klub dan tim nasional.
Pengalaman STY melatih di Piala Dunia 2018 dan membawa Timnas Indonesia naik peringkat FIFA jadi nilai tambah tersendiri.
Kepastian ini juga menjadi momen kepulangan Shin ke Korea setelah 13 tahun berkarier di luar negeri.
STY terakhir kali menangani klub Korea saat membesut Seongnam Ilhwa Chunma sebelum merantau.
Ia kemudian sempat menjadi pelatih Timnas Korea di ajang Piala Dunia 2018 menggantikan Uli Stielike.
Setelah itu, STY memulai petualangan panjang di Asia Tenggara bersama Timnas Indonesia sejak 2020.
Ia resmi tak lagi menangani Indonesia pada awal 2025 setelah PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru.
Keputusan meninggalkan Indonesia membuat spekulasi soal masa depan Shin sempat jadi perbincangan.
Namun, ia menepati janji untuk tidak menerima tawaran dari negara lain usai melatih Timnas Garuda.
Ulsan HD dianggap sebagai klub ideal bagi Shin karena punya sejarah panjang dan prestasi mentereng.
Tim tersebut bermarkas di Ulsan Munsu Football Stadium dan menjadi salah satu klub tersukses di Korea.
Namun, musim ini Ulsan tengah berada dalam situasi sulit karena rentetan hasil buruk di liga domestik.
Manajemen klub berharap kehadiran Shin bisa mengangkat kembali performa Ulsan ke level terbaiknya.
Shin pun menyadari tugas barunya ini tak akan mudah dan perlu kerja keras dalam prosesnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja total dan membawa Ulsan kembali bersaing di papan atas.
Ini jadi tantangan berbeda bagi Shin setelah lima tahun menangani tim nasional yang penuh dinamika.
Kini, ia harus menyesuaikan diri kembali dengan ritme kompetisi liga yang padat dan penuh tekanan.
Selain itu, ia juga dituntut membangun kekompakan tim yang sudah kehilangan arah dalam beberapa bulan terakhir.
Nama besar Shin Tae-yong diharapkan mampu menjadi magnet dan semangat baru bagi para pemain.
Editor : Zaki Jazai