Trenggaleknjenggelek – Santos mengalami malam kelam di Liga Brasil setelah dipermalukan Vasco da Gama yang diperkuat Philippe Coutinho dengan skor telak 0-6.
Kekalahan tersebut disebut Neymar sebagai momen terburuk sepanjang hidupnya di sepak bola.
Laga yang berlangsung di Morumbi, Senin (18/8/2025) pagi WIB, benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Santos.
Pertahanan tim tuan rumah seperti hilang arah dan tak kuasa membendung gelombang serangan Vasco yang menghujani gawang dengan enam gol.
Atmosfer stadion pun berubah muram. Ribuan fans Santos melampiaskan rasa kecewa dengan membalikkan badan, enggan melihat sisa pertandingan yang berlangsung penuh luka.
Neymar, yang baru kembali membela Santos sejak awal tahun ini, terlihat tak kuasa menahan tangis di lapangan usai peluit panjang dibunyikan.
“Rasanya benar-benar memalukan. Saya tak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya,” ujar Neymar dengan nada penuh emosi.
Meski memahami amarah fans, ia meminta protes dilakukan tanpa tindak kekerasan.
Bagi Neymar, kekalahan ini jauh lebih menyakitkan karena terjadi saat dirinya ikut berjuang langsung di lapangan.
Ia bahkan menyebut kekalahan tersebut lebih memukul daripada momen Brasil kalah 1-7 dari Jerman di Piala Dunia 2014, ketika dirinya hanya bisa menonton dari bangku perawatan akibat cedera.
Di tengah kesedihan itu, putra Neymar, Davi Lucca, tak kuasa melihat sang ayah sekaligus pahlawan hidupnya terluka.
Davi kemudian memberikan pesan menyentuh untuk eks pemain Barcelona tersebut.
“Selamat malam, Ayah. Aku tahu hari ini berat untukmu, juga untuk kita semua.
Tapi aku ingin Ayah tahu, di saat-saat sulit ketika orang lain tidak ada di sampingmu, aku akan selalu ada untuk mendukungmu.
Ayah bukan hanya sosok ayah yang hebat, tapi juga idolaku, inspirasiku.
Bahkan di hari-hari ketika Ayah merasa sedih, ingatlah kalau aku sangat mencintaimu.
Selalu camkan itu. Ingat juga kalau keluarga selalu ada di sisimu untuk mendukungmu, baik di masa sulit maupun bahagia.
Ayah adalah ayahku, dan aku akan selalu ada untukmu. Sekarang, aku ingin Ayah angkat kepala dan bangkit lagi seperti yang selalu Ayah lakukan.
Ayah luar biasa. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati. Jangan pernah menyerah pada mimpi terbesarmu hanya karena orang-orang yang bahkan tidak mengenalmu.
Ayah mampu. Jangan anggap kekalahan hari ini sebagai kegagalan, jadikan itu sebagai motivasi untuk selalu lebih baik dari kemarin. Jangan lupa, AYAH ITU HEBAT,” tulis Davi Lucca dalam pesannya.
Kekalahan telak ini menjadi pukulan berat bagi Santos sekaligus catatan pahit bagi perjalanan Neymar bersama klub masa kecilnya. (kho)