Trenggaleknjenggelek – Event yang diselenggarakan di sekolah harus menghadirkan suasana berbeda. Pasalnya, selain menjadi pesta baik itu olahraga dan seni bagi pelajar, juga harus memberi manfaat besar dan nyata bagi warga sekitar.
Itu seperti pada kegiatan Fun Run of Art 2025 yang digelar di SMAN 1 Karangan, Trenggalek pada Sabtu (7/9/2025). Tercatat 1.300 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam acara tersebut.
Ribuan peserta yang datang membawa berkah bagi pedagang kecil hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjajakan makanan, minuman, dan kebutuhan lain di sekitar lokasi kegiatan.
Kepala SMAN 1 Karangan, Agus Joko Santoso, menegaskan bahwa pihaknya ingin menjadikan Dies Natalis sekolah bukan sekadar perayaan internal, melainkan momentum untuk membangun sinergi dengan masyarakat.
“Dalam pelaksanaan sebuah event memang kami juga ingin menghadirkan manfaat lebih luas. Kehadiran peserta dari berbagai daerah tentu memberi dampak positif bagi warga, terutama pedagang kecil dan UMKM di sekitar sekolah,” ujarnya.
Agus menambahkan, keberlanjutan acara semacam ini penting untuk terus diperkuat. Sebab selain menjadi ruang ekspresi bagi siswa, juga bisa membantu menggerakkan ekonomi lokal.
Ketika banyak orang datang, otomatis warung makan, penjual minuman, hingga usaha transportasi ikut merasakan manfaatnya.
“Harapan kami, event seperti ini bisa berlanjut setiap tahun, bayangkan ke depan ketika ada peserta dari luar daerah yang ikut dan sebelum acara menginap pastinya mereka akan merasakan kuliner, hingga berburu oleh-oleh. Inilah yang juga menjadi sasaran kami,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Elsita Wiono Putri, menyebut persiapan acara dilakukan sejak enam bulan lalu dengan mengusung konsep Art of Fun Run 2025. Konsep tersebut sengaja dipilih agar acara tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga mengangkat sisi seni dan kreativitas pelajar.
Antusiasme peserta turut memperlihatkan keberhasilan acara ini. Sejumlah peserta mengaku senang dengan rute yang melintasi desa dan area persawahan, menghadirkan suasana alami sekaligus memperkenalkan potensi lokal. Pedagang pun merasakan lonjakan penjualan berkat ramainya peserta dan penonton.
Dengan dukungan berbagai pihak, Fun Run Dies Natalis ke-34 SMAN 1 Karangan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menumbuhkan sportivitas dan kreativitas pelajar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat sekitar.
“Tema yang kita angkat adalah satu langkah mengandung berbagai cerita. Ada seni, kreativitas, keasyikan, dan lari di dalamnya. Kami ingin peserta tidak sekadar berlari, tetapi juga merasakan pengalaman menyenangkan sekaligus bisa berinteraksi dengan warga sekitar,” imbuhnya. (apv/bim/jaz)