Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Juara TSL 2025 Trenggalek Belum Pasti Turun di Liga 4 Jatim, Terungkap Hambatan Klub

Zaki Jazai • Senin, 3 November 2025 | 20:00 WIB
Tim sepak bola Trenggalek ketika mengikuti pertandingan tingkat regional.
Tim sepak bola Trenggalek ketika mengikuti pertandingan tingkat regional.

TRENGGGALEK – Hingga berakhirnya kompetisi Trenggalek Soccer League (TSL) 2025, belum ada kepastian apakah Kuda Laut, juara asal Kecamatan Panggul, akan tampil di Liga 4 Jawa Timur yang dijadwalkan kick-off pada 7 Desember 2025 mendatang.

Wakil Ketua Askab PSSI Trenggalek, Nur Effendi, membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun klub di Trenggalek yang memastikan diri ikut serta dalam ajang kasta terbawah sepak bola nasional itu.

“Ya mungkin persoalan anggaran atau mungkin faktor lain,” ujar Fendi kepada Jawa Pos Radar Trenggalek, Jumat (31/10/2025).

Dia menjelaskan, tidak hanya Kuda Laut, klub besar seperti Persiga Trenggalek pun belum memberikan sinyal untuk ambil bagian.

Menurut dia, sejauh ini pihak askab masih menunggu konfirmasi resmi dari klub-klub lokal.

“Pada dasarnya masih menunggu informasi selanjutnya, apakah ada klub yang berminat ikut,” ujarnya.

Politikus PKS yang juga anggota DPRD Trenggalek itu menambahkan bahwa untuk tampil di Liga 4 tentu dibutuhkan biaya besar dan persiapan matang, baik dari sisi finansial maupun kesiapan pemain.

“Kendala klasiknya masih tetap, yakni persoalan finansial,” ungkapnya.

Selain itu, format pertandingan juga belum dipastikan.

Jika kompetisi menggunakan sistem home and away, biaya operasional dipastikan lebih tinggi dibandingkan home tournament.

“Kami harus memaklumi kalau pada tahun ini tidak ada klub dari Trenggalek yang tampil di Liga 4. Mungkin tahun depan bisa ambil bagian,” tandasnya.

Meski begitu, Fendi memastikan belum ada sanksi dari Asprov PSSI Jatim jika tahun ini Trenggalek absen di Liga 4.

Namun, jika dua musim berturut-turut tidak berpartisipasi, maka sanksi bisa dijatuhkan.

“Semoga tahun depan bisa menampilkan tim terbaik. Syukur-syukur kalau bisa lebih dari satu klub yang ikut serta,” tuturnya.

Dia menegaskan, askab saat ini fokus pada pembinaan usia muda melalui kompetisi lokal seperti TSL Liga 1 dan Liga 2 yang menjadi wadah regenerasi pemain daerah.

“Kami akan tetap mengoptimalkan kolaborasi dengan sponsor untuk menjaga eksistensi sepak bola Trenggalek, meskipun tak semudah membalikkan telapak tangan,” pungkasnya. (jaz/c1/ynu)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#liga 4 #jatim #trenggalek #sepak bola