Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Profil Rizki Juniansyah, Atlet Angkat Besi yang Kini Jadi Letnan Dua TNI

Friesta Cahya Ramadhani • Sabtu, 8 November 2025 | 01:42 WIB
Dari podium juara menuju pangkat kehormatan, Rizki Juniansyah buktikan prestasi bisa sejalan dengan pengabdian.
Dari podium juara menuju pangkat kehormatan, Rizki Juniansyah buktikan prestasi bisa sejalan dengan pengabdian.

JAKARTA – Nama Rizki Juniansyah kembali menjadi pembicaraan publik setelah resmi diangkat menjadi perwira TNI dengan pangkat Letnan Dua (Letda).

Keputusan terkait Rizki Juniansyah tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi luar biasa yang telah diukirnya di dunia olahraga angkat besi.

Rizki Juniansyah meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 dan menjadi pemegang rekor dunia.

Dia menyebut pengangkatan ini sebagai anugerah sekaligus impian masa kecil yang akhirnya terwujud setelah lama diperjuangkan.

“Alhamdulillah saya diangkat menjadi Letnan Dua. Ini memang cita-cita saya sejak dulu,” ujar Rizki Juniansyah, Rabu (5/11/2025).

Rizki menuturkan bahwa menjadi anggota TNI merupakan keinginan pribadi sekaligus amanah dari sang ayah, Muhammad Yasin, yang lebih dulu berpulang.

Dia  ingin menjadi orang pertama di keluarganya yang menjadi aparat negara sekaligus meneruskan semangat juang sang ayah.

“Sebelum ayah meninggal, beliau sempat bilang ingin salah satu anaknya bisa jadi aparat. Alhamdulillah, akhirnya terlaksana. Setelah pelantikan nanti, saya berencana ziarah ke makam ayah dengan memakai seragam,” ungkap lifter yang akrab disapa Kijun itu.

Tumbuh di Keluarga Atlet

Rizki lahir di Serang, Banten, pada 17 Juni 2003. Ia berasal dari keluarga besar atlet angkat besi.

Ayah: M. Yasin, lifter nasional berprestasi di ajang SEA Games 1983–1993.

Ibu: Yeni Rohaeni, atlet angkat berat Provinsi Banten.

Kakak dan keluarga: Randy Maulida Yasin, Riska Anjani Yasin, serta Triyatno (kakak ipar), juga berkiprah sebagai atlet angkat besi.

Lingkungan keluarga yang sarat dengan dunia olahraga membuat Kijun sudah mengenal angkat besi sejak usia sembilan tahun.

Ia rutin berlatih hingga akhirnya menunjukkan potensi luar biasa di usia remaja.

Karier Gemilang Sejak Dini

Perjalanan karier Rizki terbilang cemerlang.

Medali emas Kejuaraan Nasional 2017 dan 2018.

Juara PON Remaja 2018, Pekan Olahraga Provinsi 2018, dan PON 2021.

Emas Junior World Championships 2021 dan 2022 kelas 73 kg.

Ia bahkan memegang rekor dunia junior dengan catatan:

Snatch 157 kg

Clean & jerk 194 kg

Total 349 kg

Rekor tersebut belum terpecahkan hingga kini.

Hadapi Ujian Kesehatan dan Bangkit Lagi

Meski terus menanjak, perjalanan Kijun tak selalu mulus.

Usai memenangkan emas di SEA Games 2023, ia harus menjalani operasi usus buntu yang sempat mengancam peluangnya menuju Olimpiade Paris 2024. Namun, semangat juangnya tak padam.

Beberapa bulan setelah pulih, Rizki bangkit dan menorehkan prestasi gemilang dengan memecahkan rekor dunia di Piala Dunia IWF 2024 melalui total angkatan 365 kilogram, sekaligus mengamankan tiket ke Olimpiade Paris 2024.

Puncak Prestasi di Olimpiade dan Dunia

Momen puncak terjadi saat Rizki Juniansyah meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di kelas 73 kilogram putra.

Dia mencatatkan sejarah sebagai salah satu lifter muda paling sukses yang pernah dimiliki Indonesia.

Tak berhenti di situ, Rizki kembali membanggakan Tanah Air dengan meraih dua emas dan satu perunggu pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di Norwegia.

Dia tampil luar biasa di kelas 79 kilogram putra dengan total angkatan 361 kilogram (157 kg snatch dan 204 kg clean & jerk).

Catatan tersebut bukan hanya memastikan gelar juara dunia, tetapi juga memecahkan rekor dunia baru pada kategori clean & jerk dan total angkatan.

Cita-Cita dan Harapan ke Depan

Bagi Rizki, pengangkatan sebagai Letnan Dua TNI bukan sekadar penghargaan, tetapi juga tanggung jawab baru yang ingin ia jalani dengan penuh dedikasi.

Dia berjanji tetap akan fokus berlatih di pelatnas agar bisa terus mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

 “Penempatan saya nanti di Mess Kwini supaya tetap bisa latihan bersama tim pelatnas,” katanya.

Rizki berharap langkahnya dapat menjadi motivasi bagi atlet muda Indonesia agar terus berjuang dan percaya bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

“Saya ingin prestasi ini jadi bukti bahwa mimpi bisa tercapai dengan disiplin dan doa,” ujarnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#nasional #rizky juniansyah #Letnan dua #angkat besi #atlet