JAKARTA– Timnas Indonesia (Timnas) U17 mencatat sejarah manis di ajang Piala Dunia U17 2025.
Dua gol dari Timnas U17 dicetak pemain berbakat asal Malang Evandra Florasta dan striker andalan Garuda Muda Fadly Alberto memastikan kemenangan penting atas Honduras U17 dengan skor 2-1, Sabtu (10/11) malam.
Hasil gemilang ini menjadi kemenangan pertama Timnas Indonesia U17 di ajang bergengsi tersebut.
Selain mempersembahkan tiga poin berharga, kemenangan itu juga menandai langkah besar bagi sepak bola muda Tanah Air di panggung dunia.
Garuda Muda Bangkit Setelah Babak Pertama Mandek
Pertandingan yang digelar di Stadion Internasional Surabaya itu berlangsung menegangkan sejak menit awal.
Timnas Indonesia U17 tampil menekan dan mencoba mendominasi permainan.
Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia di babak pertama.
Memasuki babak kedua, usaha keras Garuda Muda akhirnya berbuah hasil.
Pada menit ke-51, Mierza Firjatullah dijatuhkan di kotak penalti setelah mendapat tekel keras pemain Honduras.
Wasit yang sempat meninjau VAR memutuskan hadiah penalti untuk Indonesia.
Evandra Florasta, pemain muda kelahiran Malang pada 17 Juni 2008, maju sebagai eksekutor.
Dengan tenang, ia mengecoh kiper Honduras Noel Valladares dan membawa Indonesia unggul 1-0.
Sayangnya, keunggulan itu hanya bertahan dua menit.
Di menit ke-53, Honduras mendapat penalti setelah pemain Indonesia melakukan handsball di area terlarang.
Penalti tersebut sukses dikonversi menjadi gol, membuat skor kembali imbang 1-1.
Gol Spektakuler Fadly Alberto Pastikan Tiga Poin
Tidak ingin kehilangan momentum, pasukan Garuda Muda terus menekan lini pertahanan Honduras.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72.
Melalui aksi individu memukau, Fadly Alberto asal Timika berhasil melewati satu pemain belakang Honduras sebelum melepaskan tembakan keras ke gawang lawan.
Bola meluncur deras dan gagal dihalau kiper Valladares.
Gol indah tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Indonesia.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan.
Kemenangan tersebut menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia mampu meraih kemenangan di ajang sebesar Piala Dunia U17.
Peluang Tipis Menuju Babak 32 Besar
Meski meraih kemenangan, langkah Indonesia menuju babak 32 besar belum sepenuhnya aman.
Skuad asuhan pelatih Bima Sakti kini menempati posisi ketiga klasemen Grup H di bawah Brasil U17 dan Zambia U17 yang bermain imbang 1-1 di laga terakhir mereka.
Untuk bisa melangkah ke fase gugur, Indonesia harus masuk dalam daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Namun, peluang tersebut masih sangat tipis karena Indonesia memiliki selisih gol minus 5 hasil dari kebobolan delapan kali dan hanya mencetak tiga gol.
Saat ini, beberapa tim pesaing seperti Paraguay, Mali, dan Arab Saudi sama-sama mengoleksi tiga poin.
Namun, mereka unggul selisih gol dan masih menyisakan satu pertandingan pada Minggu malam (11/11).
Agar bisa lolos, Indonesia membutuhkan kombinasi hasil dari pertandingan lain.
Tim seperti Paraguay, Mali, dan Arab Saudi diharapkan kalah dengan skor besar.
Selain itu, Uganda U17 tidak boleh menang saat menghadapi Prancis U17, dan Cili U17 harus gagal mengalahkan Kanada U17.
Jika semua skenario itu berjalan sesuai harapan, Indonesia berpeluang naik ke posisi delapan besar klasemen tim peringkat ketiga dan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia U17 2025.
Kebanggaan Bagi Sepak Bola Indonesia
Terlepas dari peluang tipis untuk lolos, kemenangan atas Honduras menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia.
Gol dari Evandra Florasta dan Fadly Alberto menjadi simbol kebangkitan generasi muda Tanah Air di kancah internasional.
Dengan semangat juang dan mental pantang menyerah, Timnas Indonesia U17 berhasil membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level dunia.
Dukungan masyarakat pun terus mengalir agar skuad Garuda Muda dapat melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi ini. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah