Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

15 Sultan Pemilik Klub Liga 1 Indonesia Super League 2025–2026, Ada Konglomerat Triliunan hingga Anak Presiden

Ichaa Melinda Putri • Rabu, 31 Desember 2025 | 02:00 WIB
15 Sultan Pemilik Klub Liga 1 Indonesia Super League 2025–2026, Ada Konglomerat Triliunan hingga Anak Presiden
15 Sultan Pemilik Klub Liga 1 Indonesia Super League 2025–2026, Ada Konglomerat Triliunan hingga Anak Presiden

TRENGGALEK NJENGGELEK-Industri sepak bola modern tidak lagi sekadar soal strategi di lapangan, tetapi juga kekuatan finansial di balik layar. Di Indonesia Super League musim 2025–2026, sejumlah klub Liga 1 diketahui dimiliki oleh para sultan pemilik klub Liga 1 dengan latar belakang pengusaha, konglomerat, hingga tokoh publik nasional.

Fenomena sultan pemilik klub Liga 1 ini menunjukkan bahwa biaya operasional klub profesional semakin mahal. Mulai dari gaji pemain, infrastruktur stadion, akademi usia muda, hingga logistik pertandingan tandang, semuanya menuntut dukungan modal yang tidak kecil.

Berikut ini deretan 15 sultan pemilik klub Liga 1 Indonesia Super League 2025–2026 sebagaimana dirangkum dari transkrip video YouTube yang beredar luas di kalangan pecinta sepak bola nasional.

Arman Gunawan hingga Yuliana Tasno

Nama Arman Gunawan mencuat sebagai salah satu pemilik Persijap Jepara. Pengusaha muda yang juga dikenal sebagai pemegang saham PT Oasis Waters International ini menjadi tulang punggung finansial Persijap sejak era Liga 3. Dukungan sponsor besar membuat Persijap mampu bertahan dan berkembang.

Dari Yogyakarta, PSIM Jogja dikomandoi Yuliana Tasno. Ia menjabat sebagai CEO sekaligus direktur utama klub. Perannya krusial dalam membawa PSIM promosi ke Liga 1 musim 2025–2026, menjadikannya salah satu figur perempuan paling berpengaruh di sepak bola nasional.

Politikus, Pejabat, dan Pengusaha

Persita Tangerang dimiliki Ahmed Zaki Iskandar, mantan Bupati Tangerang dua periode. Berdasarkan data ELHKPN, kekayaannya tercatat mencapai Rp5 miliar, belum termasuk aset lain yang tidak dilaporkan secara detail.

Semen Padang FC ditopang oleh dua figur penting, Win Bernardino sebagai CEO dan Andre Rosiade sebagai penasihat tim. Peran Andre Rosiade disebut sangat vital dalam menjamin ketersediaan dana klub agar mampu bersaing di Super League.

Sementara Madura United dimiliki Ahsanul Qosasi, pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meski jumlah kekayaannya tidak dipublikasikan, posisinya sebagai pejabat negara sekaligus pemilik klub menempatkannya dalam jajaran elite sultan pemilik klub Liga 1.

Kaesang Pangarep dan Klub Anak Muda

Persis Solo menjadi sorotan sejak diakuisisi Kaesang Pangarep dan Kevin Nugroho. Putra mantan Presiden Joko Widodo itu disebut memegang saham mayoritas sebesar 40 persen. Model kepemilikan modern ini membuat Persis Solo tampil lebih profesional dan agresif dalam pengelolaan tim.

Borneo FC dimiliki Nabil Husein, putra pengusaha berpengaruh di Kalimantan Timur. Meski nilai kekayaannya tak diungkap, statusnya sebagai konglomerat regional menjadikan Borneo FC stabil secara finansial.

Konglomerat Triliunan hingga Bos Media

Nama Glen Timoti Sugita menjadi salah satu yang paling mencolok. Pemilik Persib Bandung ini diperkirakan memiliki kekayaan mencapai Rp29,7 triliun. Latar belakangnya sebagai pendiri Northstar Group menempatkannya sebagai salah satu sultan pemilik klub Liga 1 terkaya.

Persija Jakarta berada di bawah kendali Nirwan Bakri. Kehadirannya memungkinkan pembangunan training ground modern di Sawangan. Meski nilai hartanya tidak diumumkan, pengaruh keluarga Bakrie di dunia bisnis nasional sudah tak diragukan.

Persebaya Surabaya dimiliki Asrul Ananda, putra Dahlan Iskan. Selain mengelola klub, Asrul juga dikenal sebagai pendiri DBL, liga basket pelajar terbesar di Indonesia.

Bali United hingga Dewa United

Bali United dimiliki kakak beradik Peter Tanuri dan Yabes Tanuri melalui PT Bali Bintang Sejahtera. Peter juga tercatat sebagai anggota Exco PSSI. Sementara itu, Malut United disokong David Glenoy lewat perusahaan tambang nikel, dengan investasi besar termasuk pembangunan stadion baru.

Arema FC dimiliki konsorsium Gilang Widya Pramana, Iwan Budianto, dan Raffi Ahmad. Meski nilai saham Raffi paling kecil, kehadirannya memberi dampak besar dari sisi komersial dan branding.

Daftar ini ditutup Tommy Hermawan Law, pemilik Dewa United. Dengan kepemilikan saham mencapai 99 persen, Tommy sukses membawa Dewa United menjadi runner-up Liga 1 musim 2024–2025 dan membangun akademi pemain muda.

Keberadaan para sultan pemilik klub Liga 1 ini menegaskan bahwa kekuatan finansial menjadi faktor krusial dalam persaingan Indonesia Super League era modern.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#pemilik klub sepak bola #indonesia super league #Liga 1 Indonesia 2025 #sultan pemilik klub Liga 1 #konglomerat sepak bola Indonesia