JAKARTA-El Clasico Supercopa 2026 kembali hadir dengan tensi tinggi dan aroma balas dendam yang kental. Barcelona dan Real Madrid dipastikan kembali saling berhadapan pada final Supercopa Espana musim 2025–2026 yang akan digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Senin (12/1/2026) dini hari WIB.
Pertemuan ini menjadi El Clasico kedua musim ini, sekaligus panggung pembuktian bagi Barcelona yang masih menyimpan luka dari kekalahan 1-2 atas Real Madrid pada El Clasico jilid pertama di Santiago Bernabeu.
Kala itu, Blaugrana tampil pincang dan harus mengakui keunggulan sang rival abadi.
Kini, El Clasico Supercopa 2026 menjanjikan cerita berbeda. Barcelona datang dengan kekuatan penuh dan performa yang kian mengerikan sejak kekalahan tersebut, sementara Real Madrid membawa modal kemenangan mental dan potensi comeback Kylian Mbappe.
Luka El Clasico Pertama Masih Membekas
Pada pertemuan pertama musim 2025–2026, Real Madrid sukses menuntaskan misi balas dendam setelah empat kali beruntun kalah dari Barcelona di musim sebelumnya.
Atmosfer panas di Bernabeu kala itu semakin memuncak akibat komentar kontroversial Lamine Yamal jelang laga.
Madrid akhirnya menang 2-1, namun pertandingan tak berhenti di peluit akhir. Keributan kecil sempat terjadi, termasuk momen Dani Carvajal menolak salaman Yamal.
Bahkan, rumor keretakan ruang ganti Madrid mencuat usai adu argumen kecil antara Xabi Alonso dan Vinicius Junior.
Takdir Mempertemukan Lebih Cepat
Barcelona sejatinya harus menunggu hingga Mei 2026 untuk kembali bertemu Madrid di La Liga. Namun takdir berkata lain.
Kedua raksasa Spanyol ini justru dipertemukan lebih cepat di final El Clasico Supercopa 2026, setelah sama-sama lolos dari babak semifinal.
Barcelona tampil lebih dulu dengan cara brutal. Anak asuh Hansi Flick mengamuk dan membantai Athletic Bilbao 5-0 pada semifinal.
Kemenangan telak itu menegaskan bahwa Barca tengah berada dalam performa terbaiknya.
Di sisi lain, Real Madrid harus bekerja lebih keras. Menghadapi rival sekota Atletico Madrid, Los Blancos menang tipis 2-1 dalam laga alot yang menguras energi.
Barcelona Kian Mengerikan
Sejak kekalahan dari Real Madrid dan Chelsea, Barcelona berubah drastis. Blaugrana menyapu bersih enam laga terakhir dengan kemenangan, mencetak 13 gol, dan hanya kebobolan satu kali. Bahkan, mereka mencatatkan lima clean sheet beruntun.
Di La Liga, Barcelona kini berhasil merebut puncak klasemen dari Real Madrid dengan keunggulan empat poin.
Hansi Flick pun menepati janjinya bahwa Barca akan tampil berbeda setelah kekalahan dari Chelsea.
“Kita akan melihat Barcelona yang berbeda dalam beberapa laga ke depan,” ujar Flick, dikutip dari ESPN.
Pada final nanti, Barca akan tampil full team. Joan Garcia kembali mengawal gawang, lini tengah solid, dan Robert Lewandowski siap menjadi mesin gol.
Madrid Tak Gentar, Mbappe Jadi Pembeda
Meski Barcelona sedang on fire, Real Madrid bukan tanpa kepercayaan diri. Xabi Alonso menegaskan timnya akan tampil berbeda di final. Optimisme itu kian menguat dengan potensi kembalinya Kylian Mbappe.
“Mbappe akan ikut bersama kami. Situasinya akan berbeda,” kata Alonso.
Mbappe sendiri menjadi top skor Madrid musim ini dengan 18 gol dari total 41 gol tim. Ia juga sudah mencetak enam gol dalam lima pertemuan melawan Barcelona bersama Madrid, termasuk gol pembuka di El Clasico pertama musim ini.
Selain Mbappe, Rodrygo yang sedang on fire dan pertahanan Madrid yang mulai membaik membuat laga final dipastikan berlangsung ketat.
Prediksi Akhir El Clasico Supercopa 2026
Final El Clasico Supercopa 2026 bukan sekadar duel gengsi, tetapi juga perebutan trofi pertama musim ini. Kedua tim dipastikan turun dengan kekuatan terbaiknya.
Barcelona unggul secara performa dan momentum, sementara Real Madrid punya pengalaman dan mental juara. Laga diprediksi berjalan sengit hingga menit akhir.
Namun, dengan tren impresif dan skuad lengkap, Barcelona diperkirakan mampu membalas kekalahan dan keluar sebagai juara dengan selisih tipis.
Editor : Didin Cahya Firmansyah