TRENGGALEK NJENGGELEK-PSM Makassar kalah lagi dan kian terpuruk di BRI Super League Indonesia 2025/2026. Juku Eja harus menelan pil pahit setelah takluk 0-2 dari Bali United dalam laga pekan ke-17 yang digelar di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (9/1/2026) malam.
Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi PSM Makassar. Sebelumnya, Pasukan Ramang juga gagal meraih poin dalam tiga laga terakhir, baik saat bermain di kandang maupun tandang. Rentetan hasil negatif ini membuat posisi PSM di klasemen sementara semakin rawan.
Laga baru berjalan 30 detik, PSM Makassar langsung kebobolan. Gol cepat Bali United dicetak Mirza Mustafik yang melepaskan tembakan keras ke sisi kanan gawang Reza Arya Pratama. Gol kilat tersebut langsung memukul mental tuan rumah yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Gol Kilat Bali United dan Dua Kartu Merah PSM
Setelah tertinggal, PSM Makassar berupaya meningkatkan intensitas serangan. Namun situasi justru semakin sulit. Pada menit ke-23, bek kiri Syahrullah Sinari harus meninggalkan lapangan lebih awal usai menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Bermain dengan 10 pemain membuat PSM Makassar kesulitan mengimbangi tempo tinggi Bali United. Tim tamu beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, termasuk gol Boris Kopitovic yang sempat membobol gawang PSM di akhir babak pertama. Namun gol tersebut dianulir karena Kadek Arel lebih dulu berada dalam posisi offside.
Petaka bagi PSM belum berhenti. Di masa injury time babak kedua, Ananda Raihan kembali diganjar kartu merah. PSM pun harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain, sebuah kondisi yang mencerminkan buruknya disiplin sepanjang laga.
Statistik Bicara, PSM Makassar Tertinggal Jauh
Secara statistik, PSM Makassar kalah lagi dalam hampir semua aspek permainan. Tuan rumah hanya mampu mencatatkan penguasaan bola sebesar 44 persen, kalah dari Bali United yang tampil lebih efektif dan rapi.
PSM mengoleksi lima kartu kuning dan dua kartu merah, sementara Bali United mendapat empat kartu kuning. Minimnya kontrol emosi dan buruknya organisasi permainan membuat Juku Eja gagal keluar dari tekanan.
Gol kedua Bali United akhirnya tercipta di masa injury time melalui Temmen Gopel, memastikan kemenangan 2-0 bagi Serdadu Tridatu sekaligus memperpanjang tren negatif PSM Makassar.
Krisis PSM Makassar Semakin Nyata
Empat kekalahan beruntun menjadi sinyal bahaya bagi PSM Makassar. Tim kebanggaan Sulawesi Selatan itu kini mulai terperosok ke papan bawah klasemen sementara BRI Super League Indonesia.
Masalah PSM tidak hanya terletak pada lini belakang yang rapuh, tetapi juga lemahnya penyelesaian akhir dan kedisiplinan pemain. Dalam beberapa laga terakhir, PSM kerap kehilangan pemain akibat kartu merah, situasi yang sangat merugikan tim.
Pelatih PSM Makassar dipastikan mendapat tekanan besar untuk segera menemukan solusi. Jika tren buruk ini terus berlanjut, ancaman masuk zona degradasi bukan lagi sekadar wacana.
Persita Tangerang Tekuk Borneo FC
Di pertandingan lain, Persita Tangerang sukses meraih kemenangan penting atas tamunya Borneo FC dengan skor 2-0. Gol Persita dicetak oleh Javlon Guseynov pada menit ketiga dan Andrejic melalui eksekusi penalti.
Persita tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 54 persen, hasil yang membawa mereka tetap bersaing di papan tengah klasemen.
Jadwal Padat Menanti PSM Makassar
Dengan kondisi mental dan performa yang menurun, PSM Makassar dituntut segera bangkit. Jadwal padat di sisa pekan ke-17 dan laga-laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Juku Eja.
Jika tak ada perubahan signifikan, PSM Makassar kalah lagi bukan tidak mungkin akan terus menjadi cerita berulang di musim ini.
Editor : Ichaa Melinda Putri