TRENGGALEK NJENGGELEK -Nama Megawati Hangestri Proliga 2026 kembali menjadi perbincangan hangat publik voli nasional. Oposit andalan Jakarta Pertamina Enduro itu tampil sebagai figur kunci di balik kemenangan dramatis timnya atas Jakarta Elektrik PLN dalam lanjutan kompetisi Proliga 2026. Tak hanya comeback luar biasa dari ketertinggalan dua set, pernyataan jujur rekan setimnya, Yana Sherban, justru mencuri perhatian setelah laga.
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut, Jakarta Pertamina Enduro sukses membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Jakarta Elektrik PLN. Sempat tertinggal dua set lebih dulu, tim asuhan pelatih Bulent Karslioglu menunjukkan mental juara dengan bangkit di tiga set berikutnya. Atmosfer arena berubah drastis dari tegang menjadi penuh euforia setelah poin penentuan berhasil diamankan.
Namun sorotan utama Megawati Hangestri Proliga 2026 tak berhenti pada skor akhir. Usai laga, outside hitter asing Jakarta Pertamina Enduro, Yana Sherban, secara terbuka mengaku “iri” terhadap Megawati. Pernyataan itu bukan bernada negatif, melainkan bentuk kekaguman terhadap kualitas teknis dan kekuatan mental yang dimiliki sang Megatron.
Pengakuan Jujur Yana Sherban soal Megawati
Yana Sherban mengungkapkan bahwa Megawati memiliki kombinasi langka yang tidak dimiliki semua pemain. Menurutnya, spike keras Megawati memang mematikan, tetapi pengaruh terbesarnya justru terasa pada mental tim saat berada dalam tekanan.
“Saya harus jujur, saya sedikit iri. Spike Megawati memang luar biasa, tapi yang lebih hebat adalah caranya membuat kami percaya bahwa pertandingan belum selesai,” ujar Yana.
Saat Jakarta Pertamina Enduro tertinggal dua set, suasana di lapangan sempat menegang. Namun Megawati justru tampil sebagai sumber energi. Teriakan penyemangat, bahasa tubuh penuh keyakinan, serta keberaniannya mengambil risiko di momen krusial disebut Yana sebagai faktor kunci kebangkitan tim.
Megawati Hangestri, Kunci Comeback Dramatis
Penampilan Megawati Hangestri Proliga 2026 dalam laga tersebut memang impresif. Sejumlah spike kerasnya sukses meruntuhkan pertahanan Jakarta Elektrik PLN dan mengubah momentum pertandingan. Yana menegaskan, rasa iri yang ia rasakan justru menjadi motivasi untuk berkembang.
“Dia tidak hanya mencetak poin, tapi memberi keberanian untuk tidak menyerah. Bermain bersamanya membuat saya ingin menjadi pemain yang lebih baik,” tambahnya.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan Jakarta Pertamina Enduro sebagai kandidat kuat juara Proliga 2026. Chemistry antara Yana Sherban dan Megawati Hangestri dinilai menjadi senjata utama yang patut diwaspadai tim-tim pesaing.
Beban Ekspektasi dan Target Juara Proliga 2026
Kembalinya Megawati ke Pertamina Enduro juga membawa ekspektasi besar. Ia diplot sebagai pengganti Junaida Santi, MVP Proliga 2025, yang absen musim ini akibat cedera. Meski demikian, Megawati menegaskan fokusnya bukan pada individu, melainkan membangun kekompakan tim.
“Yang penting semua pemain bisa menyatu. Tidak harus satu orang saja yang bagus. Target saya membawa Pertamina kembali juara,” tegas Megawati.
Pada edisi terakhir bersama Pertamina Enduro tahun 2023, Megawati harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Bandung BJB Tanda Mata di final. Musim ini, ia bertekad mencetak sejarah baru.
Modal Pengalaman Korea dan Kepercayaan Pelatih
Status Megawati Hangestri Proliga 2026 semakin spesial berkat pengalaman dua musimnya di Liga Korea bersama Red Sparks. Ia bahkan masuk tiga besar pencetak poin terbanyak KOVO League musim 2024–2025 dan membawa timnya ke final untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.
Pelatih Bulent Karslioglu mengaku bangga memiliki Megawati di skuadnya. Ia menanamkan karakter pantang menyerah kepada seluruh pemain, sesuatu yang terlihat jelas saat comeback melawan Elektrik PLN.
“Tim ini berjuang di setiap poin. Kami ingin menunjukkan pertandingan terbaik untuk penonton,” ujarnya.
Dengan pengalaman internasional, mental juara, dan peran sentral di tim, Megawati Hangestri kini menjadi tumpuan utama Jakarta Pertamina Enduro dalam upaya mempertahankan gelar Proliga 2026.
Editor : Ichaa Melinda Putri