TRENGGALEK NJENGGELEK-Di tengah panasnya bursa transfer paruh musim Liga 1 2025–2026, satu sikap tenang justru datang dari ruang ganti Persib Bandung. Saat klub-klub pesaing berlomba memamerkan rekrutan anyar, Beckham Putra Nugraha menegaskan Maung Bandung tak perlu panik. Baginya, mental juara dan kekompakan tim sudah cukup untuk menjaga Persib tetap berada di jalur perburuan gelar.
Gelandang bernomor punggung 7 itu menilai status Persib sebagai juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen paruh musim bukan alasan untuk silau terhadap hiruk-pikuk transfer. Justru, tekanan sebagai tim teratas harus dijawab dengan fokus dan kerja keras, bukan kecemasan berlebihan.
“Putaran kedua selalu lebih berat. Semua tim datang dengan motivasi berlipat saat melawan Persib,” menjadi pesan yang tersirat dari sikap Beckham. Namun, tekanan tersebut menurutnya tidak menggerus kepercayaan diri tim, melainkan memantik semangat juang yang lebih besar.
Kekuatan Persib Bukan Sekadar Nama Besar
Beckham menegaskan, kekuatan utama Persib Bandung tidak hanya bertumpu pada satu atau dua pemain bintang. Kedalaman skuad dan chemistry antarpemain menjadi fondasi yang membuat Maung Bandung tetap kompetitif di tengah jadwal padat dan tekanan tinggi.
Ia menilai Persib memiliki banyak opsi pemain yang siap berkontribusi, baik sebagai pencetak gol, penjaga ritme permainan, maupun petarung di lapangan. Pengalaman tim dalam menghadapi situasi krusial menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Namun Beckham juga mengingatkan, kepercayaan diri harus berjalan beriringan dengan disiplin. Setiap pertandingan di putaran kedua akan terasa seperti final. Satu kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap peta persaingan juara.
Antonio Raíllo Disebut Kepingan Terakhir
Di tengah keyakinan menjaga stabilitas, satu nama asing tetap mencuat sebagai potensi pembeda. Antonio Raíllo, bek tengah sekaligus kapten RCD Mallorca, disebut-sebut sebagai kepingan terakhir yang bisa menyempurnakan skuad Persib dalam perburuan gelar Liga 1.
Raíllo dinilai bukan sekadar tambahan pemain, melainkan solusi konkret bagi rapuhnya lini belakang Persib di momen-momen krusial. Pengalamannya di La Liga Spanyol, ketenangan membaca permainan, serta mental pemimpin dianggap cocok dengan kebutuhan tim asuhan Bojan Hodak.
Di usia 34 tahun, Raíllo justru berada pada fase matang sebagai bek tengah. Ia dikenal disiplin, kuat dalam duel udara, dan piawai membangun serangan dari belakang. Karakter ini sangat dibutuhkan Persib, terutama saat menghadapi bola mati dan serangan balik cepat.
Lebih dari itu, Raíllo dipandang sebagai organisator lini pertahanan—figur yang mampu mengatur posisi rekan setim dan menjaga jarak antarlini. Kehadirannya diyakini bisa meningkatkan konsistensi hasil dan memangkas kebobolan yang kerap terjadi di menit akhir.
Febri Haryadi di Persimpangan Jalan
Di sisi lain, wacana peminjaman Febri Haryadi memicu perdebatan hangat di kalangan Bobotoh. Keputusan ini bukan sekadar isu transfer biasa, melainkan bagian dari strategi besar Persib dalam menjaga keseimbangan skuad dan kesehatan finansial klub.
Febri yang berstatus pemain senior memiliki nilai kontrak cukup signifikan. Skema peminjaman dinilai bisa menjadi solusi saling menguntungkan: Persib tetap memegang kendali atas aset pemain, sementara Febri berpeluang mendapatkan menit bermain lebih konsisten.
Dari sisi teknis, persaingan ketat di sektor sayap membuat Febri belum memperoleh peran reguler musim ini. Peminjaman berpotensi mengembalikan ritme dan kepercayaan dirinya tanpa harus dilepas permanen.
Eliano Reijnders dan Pesan Waspada
Euforia Persib di puncak klasemen juga diimbangi peringatan dari Eliano Reijnders. Bek asal Belanda itu menegaskan posisi teratas bukan jaminan apa pun. Putaran kedua justru disebutnya sebagai ujian sesungguhnya mental juara.
Eliano mengingatkan padatnya agenda Persib, termasuk keterlibatan di AFC Champions League 2, menuntut manajemen energi dan fokus ekstra. Menurutnya, hanya tim dengan kedewasaan dan konsistensi tinggi yang mampu bertahan hingga garis akhir.
Bojan Hodak Tegas Pilih Stabilitas
Pelatih Persib Bojan Hodak pun menegaskan sikap serupa. Pelatih asal Kroasia itu menutup pintu perombakan besar di bursa transfer. Baginya, stabilitas jauh lebih penting dibandingkan bongkar-pasang pemain yang berisiko merusak keseimbangan tim.
Hodak menilai skuad Persib saat ini berada di jalur yang tepat. Jika pun ada pergerakan transfer, sifatnya hanya penyesuaian kecil, bukan revolusi. Fokus utama tetap menjaga chemistry dan kontinuitas permainan hingga akhir musim.
Editor : Ichaa Melinda Putri