JAKARTA - Pertarungan panas Knicks vs Lakers Luka Doncic Menggila, Landry Shamet Hujani Tripoin tersaji dalam lanjutan musim reguler NBA yang berlangsung sengit sejak tip-off.
Bermain di hadapan publik sendiri, New York Knicks sukses menundukkan Los Angeles Lakers setelah duel ketat yang dipenuhi aksi spektakuler, tembakan jarak jauh, hingga adu strategi di kuarter akhir.
Sejak awal laga Knicks vs Lakers, tempo permainan langsung tinggi Luka Doncic Menggila, Landry Shamet Hujani Tripoin.
Knicks membuka keunggulan lebih dulu lewat permainan agresif di paint area dan transisi cepat.
Deandre Ayton menjadi opsi utama di bawah ring, memaksimalkan assist matang dari rekan-rekannya.
Sementara itu, Lakers mengandalkan LeBron James yang tampil aktif menyerang sejak menit awal.
LeBron, meski sudah berusia 41 tahun, menunjukkan kelasnya sebagai megabintangi.
Kini Ia mencetak poin lewat penetrasi, pull-up jumper, hingga tembakan tiga angka.
Namun, Knicks tampil disiplin dalam bertahan, memaksa Lakers bekerja ekstra keras untuk setiap poin.
Luka Doncic Jadi Pembeda
Nama Luka Doncic kini kembali menjadi sorotan utama dalam laga Knicks vs Lakers.
Guard andalan Knicks itu tampil luar biasa dengan kombinasi dribel tajam, step-back three, dan penyelesaian dingin di bawah ring.
Luka Doncic beberapa kali mencetak poin krusial dalam pertandingan ini saat Lakers mulai mendekat.
Kepercayaan diri Luka terlihat jelas. Ia bahkan sempat tersenyum usai mencetak tembakan sulit, menandakan kontrol penuh atas jalannya pertandingan.
Baca Juga: Kurzawa Persib Bandung Menggema: Jebolan PSG Disebut Merapat, Maung Bandung Siap Naik Kelas di Asia
Lakers mencoba berbagai skema bertahan, namun tetap kesulitan menghentikan kreativitas pemain asal Slovenia tersebut.
Brunson dan OG Anunoby Efektif
Tak hanya Luka, kontribusi Jalen Brunson juga sangat vital. Playmaker Knicks itu tampil tenang, cerdas membaca permainan, dan rajin menciptakan peluang bagi rekan setim.
Brunson mencatatkan assist demi assist yang berujung poin, sekaligus mencetak angka penting di momen krusial.
OG Anunoby pun tak kalah impresif. Selain solid di sisi pertahanan, ia beberapa kali mencetak poin lewat tembakan terbuka dan offensive rebound.
Duet antara Brunson dan Anunoby yang gigih kini membuat Knicks semakin sulit dikendalikan Lakers.
Hujan Tripoin Landry Shamet
Salah satu faktor penentu kemenangan Knicks dalam duel Knicks vs Lakers adalah performa Landry Shamet.
Masuk dari bangku cadangan, Shamet tampil “panas” dengan rentetan tembakan tiga angka yang menghukum pertahanan Lakers.
Shamet berkali-kali memanfaatkan ball movement cepat Knicks untuk menemukan ruang tembak.
Total kontribusinya menjadi salah satu yang tertinggi di tim, sekaligus memutus momentum Lakers yang sempat bangkit di paruh kedua.
Upaya Bangkit Lakers Tak Cukup
Lakers sebenarnya tidak menyerah begitu saja. Selain LeBron, Rui Hachimura dan Gabe Vincent turut memberi perlawanan lewat tembakan perimeter.
Beberapa kali Lakers dalam pertandingan memangkas jarak skor hingga hanya selisih satu bola.
Namun, Knicks selalu punya jawaban. Setiap kali Lakers mendekat, Knicks membalas dengan tripoin atau serangan cepat yang efektif.
Baca Juga: Cooper Flag 46 Poin di Usia 19 Tahun, Menggila Lawan Hornets tapi Dallas Tetap Tumbang Dramatis
Disiplin bertahan di kuarter keempat menjadi kunci keberhasilan tuan rumah mengamankan kemenangan.
Penutup Manis untuk Knicks
Di menit-menit akhir pertandingan Knicks vs Lakers, Knicks tampil lebih tenang dan matang.
Brunson mengatur tempo, Luka memastikan eksekusi berjalan rapi, sementara Shamet kembali mencetak tripoin penutup yang mematikan.
Sorak sorai penonton mengiringi peluit akhir yang menegaskan kemenangan Knicks atas Lakers.
Baca Juga: Elina Svitolina Lolos Semifinal Australian Open, Kini Tampil Dominan dan Siap Hadapi Aryna Sabalenka
Hasil ini menjadi bukti bahwa New York Knicks semakin solid sebagai tim penantang serius di NBA musim ini.
Sementara bagi Lakers, kekalahan ini menjadi evaluasi penting, terutama dalam konsistensi pertahanan menghadapi tim dengan akurasi tembakan tinggi. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana