JAKARTA - Timnas Indonesia mendapat angin segar jelang FIFA Series 2026 yang akan digelar pada 23–31 Maret 2026 di Jakarta.
Pelatih kepala John Herdman menyampaikan keyakinan besarnya bahwa lini pertahanan akan menjadi fondasi utama kekuatan skuad Garuda dalam menghadapi rangkaian laga internasional tersebut.
Pernyataan ini sekaligus menjadi salah satu dari 10 kabar baik Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 yang membuat publik optimistis.
Dalam pandangan John Herdman, kekuatan Timnas Indonesia saat ini justru terletak pada sektor yang selama ini kerap luput dari sorotan, yakni lini belakang.
Ia menilai komposisi pemain bertahan Indonesia sangat unik dan jarang dimiliki negara lain di Asia, karena dihuni pemain dengan pengalaman lintas liga, mulai dari Eropa hingga kompetisi domestik.
Gudang Bek Timnas Indonesia dari Eropa hingga Liga Lokal
John Herdman tidak asal menunjuk lini pertahanan sebagai kekuatan utama Timnas Indonesia. Ia berbicara berdasarkan peta talenta yang telah diamatinya sejak awal menangani skuad Garuda.
Saat ini, Indonesia memiliki stok bek yang tersebar di berbagai kompetisi Eropa dengan level persaingan tinggi.
Nama Kevin Diks bermain di Jerman, Jay Idzes mencicipi kerasnya Serie A Italia, sementara Calvin Verdonk berkiprah di Prancis.
Deretan tersebut masih dilengkapi pemain seperti Mees Hilgers dan Dean James yang merumput di Liga Belanda.
Kehadiran para pemain diaspora ini membuat opsi lini belakang Timnas Indonesia terlihat sangat mewah dan berlapis.
Situasi tersebut semakin lengkap karena di dalam negeri masih ada pemain lokal yang terus berkembang, salah satunya Rizky Ridho yang menjadi tulang punggung di kompetisi domestik.
Kombinasi pengalaman internasional dan jam terbang lokal inilah yang dinilai Herdman sebagai modal besar menghadapi FIFA Series 2026.
Fondasi Pertahanan sebagai Jalan ke Level Dunia
Bagi John Herdman, sepak bola modern selalu dimulai dari pertahanan yang solid. Ia menegaskan bahwa banyak pemain andalan Timnas Indonesia saat ini justru berasal dari sektor belakang.
Kondisi ini menurutnya menjadi keuntungan strategis, terutama saat menghadapi lawan dengan kualitas menyerang tinggi.
“Mengingat banyak pemain andalan Timnas Indonesia adalah bek, ini memberi kita pondasi pertahanan yang kuat,” ujar Herdman seperti dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia.
Filosofi yang ingin dibangun Herdman bukan sekadar bertahan. Ia menginginkan lini belakang menjadi titik awal permainan sekaligus tembok yang sulit ditembus.
Dengan fondasi pertahanan yang kokoh, Indonesia diharapkan mampu bertahan di bawah tekanan dan tetap kompetitif di level internasional.
Chemistry Jadi Tantangan Sekaligus Senjata
Meski puas dengan materi pemain, John Herdman tidak menutup mata terhadap tantangan terbesar yang menanti Timnas Indonesia, yakni chemistry.
Banyaknya pemain diaspora dengan latar belakang liga dan budaya berbeda membuat proses penyatuan tim tidak bisa instan.
“Saya pikir dengan pemain diaspora yang telah didatangkan, butuh waktu bagi mereka untuk menyatu,” ujar Herdman.
Ia menekankan bahwa hubungan antarpemain, baik di dalam maupun luar lapangan, menjadi kunci untuk melewati momen-momen sulit.
Herdman kini memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mematangkan chemistry tersebut jelang FIFA Series 2026.
Ajang ini akan menjadi laboratorium awal untuk menguji kekuatan pertahanan sekaligus merajut kebersamaan tim.
FIFA Series 2026 Jadi Momentum Pembentukan Identitas
Pada FIFA Series 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Kepulauan Solomon, Saint Kitts and Nevis, serta Bulgaria.
Rangkaian laga ini bukan sekadar soal hasil, melainkan tentang pembentukan identitas permainan di bawah arahan John Herdman.
Fokus pada lini pertahanan bukan berarti bermain negatif. Justru sebaliknya, keputusan ini dinilai sebagai langkah realistis dan dewasa berdasarkan materi pemain yang tersedia.
Jika chemistry mampu terbangun dengan baik, fondasi pertahanan yang solid bisa menjadi pijakan kuat bagi Timnas Indonesia untuk naik kelas di level internasional.
Dengan kepercayaan pelatih, disiplin pemain, dan proses yang dijalani dengan sabar, Timnas Indonesia memiliki alasan kuat untuk optimistis.
FIFA Series 2026 pun menjadi titik awal penting bagi skuad Garuda untuk menunjukkan bahwa mimpi bersaing di panggung dunia bukan sekadar wacana, melainkan tujuan yang sedang didekati. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana