Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Victor Wembanyama Menggila! Cetak 17 Poin Beruntun, Spurs Hajar Lakers yang Timpang Tanpa LeBron dan Luka

Adinda Putri Sefiana • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB

 

Victor Wembanyama tampil dominan dengan mencetak 17 poin beruntun di kuarter pertama saat San Antonio Spurs unggul atas Los Angeles Lakers dalam duel Wilayah Barat NBA.
Victor Wembanyama tampil dominan dengan mencetak 17 poin beruntun di kuarter pertama saat San Antonio Spurs unggul atas Los Angeles Lakers dalam duel Wilayah Barat NBA.

JAKARTA - Victor Wembanyama langsung menggila sejak awal laga saat San Antonio Spurs menghadapi Los Angeles Lakers.

Dalam duel sengit Wilayah Barat tersebut, Victor Wembanyama mencetak 17 poin beruntun di kuarter pertama dan membawa Spurs unggul cepat atas Lakers yang tampil tanpa sejumlah bintang utama.

Bermain agresif sejak tip-off, Victor Wembanyama menunjukkan kenapa namanya kini menjadi salah satu pemain paling ditakuti di NBA.

Spurs yang musim ini tampil jauh lebih konsisten langsung membuka laga dengan tempo tinggi. Sementara itu, Lakers datang dalam kondisi timpang tanpa LeBron James, Luka Doncic, dan Austin Reaves.

Kuarter pertama praktis menjadi panggung bagi Wembanyama. Center jangkung asal Prancis itu tampil komplet: menyerang dari dalam paint area, menembak tiga angka, hingga memimpin fast break layaknya point guard.

Wembanyama Tak Terbendung di Kuarter Pertama

Sejak possession awal, Spurs sudah menunjukkan agresivitasnya. Julian Champagnie membuka angka lewat tembakan tiga poin, sebelum Wembanyama mulai mengambil alih permainan.

Salah satu momen paling mencolok terjadi ketika Wembanyama melakukan rebound defensif, menggiring bola sepanjang lapangan, lalu menyelesaikannya dengan layup mulus.

Beberapa saat kemudian, ia memutar badan di paint area dan melakukan slam dunk yang memicu sorakan penonton.

Tak hanya itu, Wembanyama juga mulai rutin menembak dari luar garis tiga poin. Musim ini ia memang memperluas jangkauan tembakannya. Hasilnya langsung terlihat. Dua tripoin sukses ia lesakkan di awal laga.

Dalam waktu singkat, Wembanyama sudah mengoleksi 11 poin tanpa miss berarti. Hingga pertengahan kuarter pertama, ia bahkan mencetak 17 poin beruntun dari total 20 angka Spurs saat itu.

Statistik awalnya sangat impresif: 4 dari 4 tembakan masuk, termasuk 2 dari 2 tripoin. Ditambah akurasi lemparan bebas yang musim ini berada di kisaran 81 persen, membuat pertahanan Lakers benar-benar kewalahan.

Lakers Tertatih Tanpa Trio Bintang

Absennya LeBron James, Luka Doncic, dan Austin Reaves jelas memengaruhi performa Lakers. LeBron diistirahatkan karena jadwal back-to-back dan faktor usia, sementara Luka masih berstatus day-to-day akibat cedera hamstring ringan. Austin Reaves juga tidak dimainkan penuh karena pemulihan cedera betis.

Tanpa trio tersebut, Lakers mencoba mengandalkan Luke Kennard dan sejumlah pemain pelapis. Kennard sempat mencetak technical free throw dan mencoba menjaga ritme permainan lewat tembakan jarak jauh.

Namun, Spurs tampil jauh lebih solid. Selain Wembanyama, rookie sensasional Stefon Castle—yang baru saja mencatatkan triple-double 40 poin di laga sebelumnya—ikut berkontribusi menjaga tempo permainan.

Jackson Hayes sempat memberi perlawanan lewat dunk keras, tetapi konsistensi menjadi masalah bagi Lakers. Dalam beberapa possession, panjangnya rentang tangan Wembanyama bahkan memaksa Lakers melakukan turnover.

Salah satu turnover terjadi ketika Wembanyama menjulurkan lengannya dan sukses memotong bola. Aksi tersebut memperlihatkan dampak defensifnya yang sama mengerikannya dengan kontribusi ofensif.

Spurs Makin Solid Musim Ini

Spurs musim ini tampil jauh lebih baik dibanding musim lalu. Dengan rekor 36-16 sebelum laga ini, mereka berada di papan atas Wilayah Barat dan bersaing ketat di klasemen.

Sebaliknya, Lakers yang mencatat 32-20 terlihat kesulitan menjaga stabilitas performa, terutama ketika rotasi utama tak lengkap.

Di kuarter pertama, Spurs bahkan sempat unggul dua digit, 24-13. Permainan cepat dan ball movement efektif membuat Lakers kesulitan membangun pertahanan setengah lapangan.

Wembanyama sendiri tampil seolah bermain di berbagai posisi—center, forward, bahkan point guard. Ia memimpin fast break, menciptakan ruang tembak, hingga memancing pelanggaran dan kembali ke garis free throw.

Jika performa seperti ini terus berlanjut, bukan tak mungkin Wembanyama akan menjadi kandidat kuat MVP dalam beberapa musim ke depan.

Dengan kombinasi tinggi badan, kelincahan, dan kemampuan menembak jarak jauh, ia menjadi matchup nightmare bagi tim mana pun.

Laga ini sekali lagi menegaskan satu hal: ketika Victor Wembanyama sedang panas, sangat sulit menghentikannya. (*)

 

Editor : Adinda Putri Sefiana
#los angeles lakers #Victor Wembanyama #san antonio spurs #NBA #lebron james