JAKARTA – LAFC bantai Real España dengan skor telak 6-1 pada leg pertama babak awal kompetisi antarklub kawasan, Kamis (waktu setempat). Bermain di Honduras, tim tamu tampil brutal sejak menit pertama dan langsung meruntuhkan harapan tuan rumah untuk membuat kejutan.
Kemenangan besar LAFC bantai Real España ini langsung mencuri perhatian publik sepak bola Amerika Utara dan Tengah.
Bertandang jauh ke Amerika Tengah tak membuat wakil MLS itu kehilangan tajinya. Sebaliknya, mereka justru tampil percaya diri dan efektif.
Sejak peluit awal dibunyikan, LAFC sudah menunjukkan ambisi besar. Bahkan, laga baru berjalan kurang dari satu menit ketika wasit menunjuk titik putih untuk tim tamu.
Penalti itu sukses dieksekusi Deni Buanga dan menjadi awal pesta gol LAFC bantai Real España di Honduras.
Start Kilat, Dua Gol dalam 10 Menit. Gol pembuka Buanga menjadi suntikan moral luar biasa bagi LAFC. Mereka terus menekan lini belakang Real España yang terlihat gugup menghadapi tempo cepat lawan.
Pada menit ke-10, Martinez menggandakan keunggulan. Umpan terobosan matang membuka ruang di pertahanan tuan rumah. Martinez dengan tenang menyelesaikan peluang menggunakan kaki kiri. Skor 2-0 membuat pertandingan praktis berada dalam kendali penuh LAFC.
Permainan agresif dan transisi cepat menjadi kunci dominasi tim berjuluk Black and Gold tersebut. Real España yang berharap dukungan penuh publik Honduras justru semakin tertekan.
Penalti Kedua dan Gol Sun, LAFC Mengamuk, petaka kembali datang bagi tuan rumah saat LAFC mendapat penalti kedua setelah tinjauan VAR. Wasit tetap pada keputusannya meski sempat melihat monitor.
Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik. Sun yang dipercaya sebagai algojo tak menyia-nyiakan peluang. Gol ketiga di menit ke-22 membuat skor berubah menjadi 3-0.
Baca Juga: Barcelona vs Albacete: Lamine Yamal Menggila, Rashford Cedera Kepala, Blaugrana Menang Meyakinkan
Belum berhenti sampai di situ, Sun kembali berperan dalam gol berikutnya. Ia melakukan pergerakan cerdas sebelum memberikan kontribusi penting dalam proses terciptanya gol keempat.
Buanga kembali mencatatkan namanya di papan skor. Skor 4-0 dalam waktu kurang dari setengah jam menjadi bukti superioritas LAFC.
Penderitaan Real España makin lengkap menjelang turun minum. Serangan cepat kembali memecah pertahanan tuan rumah.
Bola ditarik ke tengah dan Tilman menyambutnya dengan backheel cantik yang menggetarkan gawang.
Gol tersebut menjadi salah satu momen terbaik pertandingan. Skor 5-0 menutup babak pertama dengan dominasi total LAFC. Para pemain tampak menikmati laga meski harus bermain dalam kondisi cuaca panas dan lembap Honduras.
Real España yang sempat digadang-gadang bisa memberi perlawanan justru kehilangan arah. Babak pertama sepenuhnya menjadi milik tim tamu.
Memasuki babak kedua, Real España mencoba bangkit. Mereka akhirnya mencetak gol hiburan melalui situasi bola mati pada menit ke-51 lewat sundulan Jean Baptiste.
Skor berubah menjadi 5-1. Gol tersebut setidaknya memberi sedikit kebanggaan bagi pendukung tuan rumah. Namun secara agregat dan permainan, jarak kualitas kedua tim tetap terlihat jelas.
LAFC tetap disiplin menjaga ritme dan tidak mengendurkan serangan. Hattrick Buanga Sempurnakan Malam LAFC.
Serangan balik cepat kembali menjadi senjata mematikan LAFC. Buanga yang lolos dari kawalan dengan mudah menuntaskan peluang jarak dekat untuk mencetak hattrick.
Gol keenam tersebut memastikan kemenangan telak 6-1. Buanga tampil sebagai bintang dengan tiga gol, sementara Sun memberi kontribusi besar baik lewat gol maupun pergerakan tanpa bola.
LAFC bahkan sempat mencetak gol ketujuh, namun dianulir karena offside. Meski begitu, skor 6-1 sudah lebih dari cukup untuk membuat leg kedua nyaris tanpa tekanan.
Kemenangan ini menjadi langkah ideal bagi LAFC yang memiliki ambisi besar musim ini. Setelah dua kali menjadi finalis dalam beberapa tahun terakhir, mereka kini menunjukkan keseriusan untuk melangkah lebih jauh.
Dengan performa eksplosif sejak menit pertama, LAFC mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya: mereka datang bukan sekadar untuk berpartisipasi, melainkan untuk meraih trofi. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana