Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bonek Desak Tandem Francisco Rivera, Persebaya Dikejar Waktu Benahi Lini Tengah Jelang Musim Baru

Novica Satya Nadianti • Kamis, 19 Maret 2026 | 13:15 WIB
Bonek desak tandem Francisco Rivera, Persebaya Surabaya segera benahi lini tengah demi target empat besar musim depan.
Bonek desak tandem Francisco Rivera, Persebaya Surabaya segera benahi lini tengah demi target empat besar musim depan.

 
JAKARTA - Desakan Bonek terkait kebutuhan tandem Francisco Rivera semakin menguat. Kondisi lini tengah Persebaya Surabaya menjadi sorotan tajam jelang musim 2026-2027, terutama setelah performa tim dinilai belum stabil saat Rivera tidak tampil. Situasi ini memunculkan urgensi bagi manajemen untuk segera menemukan solusi ideal.

Ketergantungan tinggi terhadap Francisco Rivera menjadi perhatian utama Bonek. Gelandang kreatif tersebut dinilai sebagai motor serangan sekaligus pengatur ritme permainan Persebaya. Namun, tanpa kehadirannya, permainan tim cenderung kehilangan arah dan kreativitas di lini tengah.

Desakan mencari tandem Francisco Rivera bukan tanpa alasan. Performa Pedro Matos yang diharapkan menjadi pelapis justru belum mampu memenuhi ekspektasi. Sepanjang putaran kedua, kontribusinya dinilai minim dan belum memberi dampak signifikan terhadap permainan tim.

Baca Juga: Review Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A06: HP 1 Jutaan dengan Kamera Juara dan Pengisian Daya Super Ngebut, Masih Layak Beli di Tahun 2026?

“Golekno tandem sing sip pasti luwih sangar maine,” tulis salah satu Bonek di media sosial. Komentar serupa terus bermunculan, menandakan keresahan suporter terhadap kondisi skuad saat ini.

Performa Pedro Matos Jadi Sorotan

Minimnya kontribusi Pedro Matos terlihat dari statistik penampilannya yang lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Menit bermain yang terbatas membuatnya sulit menunjukkan kualitas terbaiknya di lapangan.

Kondisi ini membuat Bonek mulai mempertanyakan kebijakan rekrutmen pemain. Bahkan, beberapa kritik menyebut bahwa tim justru belum memiliki pelapis sepadan untuk menjaga keseimbangan lini tengah.

“Rivera iki apik, tapi butuh pelapis band supaya tetap kompetitif,” tulis komentar lainnya. Kritik tersebut menegaskan bahwa Persebaya membutuhkan gelandang dengan karakter sepadan untuk menjaga konsistensi permainan.

Baca Juga: Gebrakan Samsung di Tahun 2025! Galaxy A06 5G Resmi Meluncur Rp 2 Jutaan: Pakai Chipset Dimensity 6300 dan Storage UFS, HP 5G Termurah yang Gak Murahan?

Sejumlah nama pun mulai diusulkan oleh suporter. Pemain seperti Jaja hingga Ze Valente disebut-sebut cocok untuk mengisi kekosongan tersebut. Karakter playmaker dinilai menjadi kebutuhan utama agar Persebaya tidak kehilangan kreativitas saat menghadapi tekanan lawan.

Evaluasi Serius Usai Kekalahan Telak

Selain masalah lini tengah, Persebaya juga mendapat pukulan telak usai kekalahan 1-5 dari Borneo FC. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi tim pelatih.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, langsung merespons situasi tersebut dengan menetapkan target tinggi. Ia ingin timnya bangkit dan kembali kompetitif setelah jeda kompetisi.

Baca Juga: Review Jujur Samsung Galaxy A06 Setelah Pemakaian Satu Bulan: HP Murah dengan Keamanan Knox Vault, Benarkah Lebih Baik dari Generasi Sebelumnya?

“Kekalahan 1-5 tentu menjadi pelajaran berat bagi kami. Saya percaya pemain ingin bangkit dan menjadi lebih kuat,” ujarnya pada Selasa, 17 Maret 2026.

Kekalahan tersebut menjadi alarm bahwa Persebaya tidak bisa hanya bergantung pada satu pemain. Kedalaman skuad, terutama di lini tengah, menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan musim depan.

Program Latihan Intensif Selama Jeda

Menghadapi jeda kompetisi selama dua pekan, Bernardo Tavares langsung menyusun program latihan intensif. Fokus utama adalah meningkatkan kondisi fisik dan mental pemain setelah menjalani jadwal padat.

Baca Juga: Review Jujur Samsung Galaxy A07: HP Sejuta Umat yang Bikin Geger! Pakai Helio G99 dan Storage UFS 2.2 Harga Cuma 1 Jutaan, Ini 10 Alasan Wajib Beli!

Latihan dilakukan dengan sistem pembagian kelompok. Setiap kelompok dipantau oleh staf teknis untuk memastikan program berjalan optimal.

“Kami membagi pemain dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diawasi staf teknis,” jelasnya.

Selain itu, setiap pemain juga diberikan program latihan individu. Langkah ini diambil agar kondisi pemain tetap terjaga meski tidak ada pertandingan kompetitif.

Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan saat tim kembali berkumpul. Ia berharap seluruh pemain datang dalam kondisi siap dan mengalami peningkatan signifikan.

Baca Juga: Banting Harga! Samsung Galaxy A07 Resmi Meluncur Rp 1 Jutaan: Pakai Chipset Helio G99 dan Update OS 6 Tahun, Yakin Gak Tergoda?

Target Tembus Empat Besar

Langkah serius yang diambil manajemen dan tim pelatih menjadi sinyal positif bagi Bonek. Persebaya menunjukkan komitmen kuat untuk memperbaiki performa dan bersaing di papan atas.

Target menembus empat besar menjadi ambisi yang dicanangkan oleh Bernardo Tavares. Namun, untuk mewujudkannya, pembenahan lini tengah menjadi prioritas utama.

Kehadiran tandem ideal bagi Francisco Rivera diyakini akan menjadi kunci permainan Persebaya. Dengan keseimbangan yang lebih baik, tim diharapkan mampu tampil lebih konsisten sepanjang musim.

Baca Juga: Gebrakan Samsung! Galaxy A07 5G Resmi Meluncur dengan Baterai 6000 mAh dan Update OS 6 Tahun, Jadi HP 5G Termurah Paling Worth It?

Kini, keputusan ada di tangan manajemen. Apakah Persebaya mampu menjawab desakan Bonek dan menemukan tandem yang tepat? Waktu akan menjadi penentu arah perjalanan tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Francisco Rivera #Pedro Matos #Bonek #Bernardo Tavares #persebaya surabaya