JAKARTA - Desakan Bonek terkait kebutuhan tandem Francisco Rivera semakin menguat. Kondisi lini tengah Persebaya Surabaya menjadi sorotan tajam jelang musim 2026-2027, terutama setelah performa tim dinilai belum stabil saat Rivera tidak tampil. Situasi ini memunculkan urgensi bagi manajemen untuk segera menemukan solusi ideal.
Ketergantungan tinggi terhadap Francisco Rivera menjadi perhatian utama Bonek. Gelandang kreatif tersebut dinilai sebagai motor serangan sekaligus pengatur ritme permainan Persebaya. Namun, tanpa kehadirannya, permainan tim cenderung kehilangan arah dan kreativitas di lini tengah.
Desakan mencari tandem Francisco Rivera bukan tanpa alasan. Performa Pedro Matos yang diharapkan menjadi pelapis justru belum mampu memenuhi ekspektasi. Sepanjang putaran kedua, kontribusinya dinilai minim dan belum memberi dampak signifikan terhadap permainan tim.
“Golekno tandem sing sip pasti luwih sangar maine,” tulis salah satu Bonek di media sosial. Komentar serupa terus bermunculan, menandakan keresahan suporter terhadap kondisi skuad saat ini.
Performa Pedro Matos Jadi Sorotan
Minimnya kontribusi Pedro Matos terlihat dari statistik penampilannya yang lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Menit bermain yang terbatas membuatnya sulit menunjukkan kualitas terbaiknya di lapangan.
Kondisi ini membuat Bonek mulai mempertanyakan kebijakan rekrutmen pemain. Bahkan, beberapa kritik menyebut bahwa tim justru belum memiliki pelapis sepadan untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
“Rivera iki apik, tapi butuh pelapis band supaya tetap kompetitif,” tulis komentar lainnya. Kritik tersebut menegaskan bahwa Persebaya membutuhkan gelandang dengan karakter sepadan untuk menjaga konsistensi permainan.
Sejumlah nama pun mulai diusulkan oleh suporter. Pemain seperti Jaja hingga Ze Valente disebut-sebut cocok untuk mengisi kekosongan tersebut. Karakter playmaker dinilai menjadi kebutuhan utama agar Persebaya tidak kehilangan kreativitas saat menghadapi tekanan lawan.
Evaluasi Serius Usai Kekalahan Telak
Selain masalah lini tengah, Persebaya juga mendapat pukulan telak usai kekalahan 1-5 dari Borneo FC. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi tim pelatih.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, langsung merespons situasi tersebut dengan menetapkan target tinggi. Ia ingin timnya bangkit dan kembali kompetitif setelah jeda kompetisi.
“Kekalahan 1-5 tentu menjadi pelajaran berat bagi kami. Saya percaya pemain ingin bangkit dan menjadi lebih kuat,” ujarnya pada Selasa, 17 Maret 2026.
Kekalahan tersebut menjadi alarm bahwa Persebaya tidak bisa hanya bergantung pada satu pemain. Kedalaman skuad, terutama di lini tengah, menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan musim depan.
Program Latihan Intensif Selama Jeda
Menghadapi jeda kompetisi selama dua pekan, Bernardo Tavares langsung menyusun program latihan intensif. Fokus utama adalah meningkatkan kondisi fisik dan mental pemain setelah menjalani jadwal padat.
Latihan dilakukan dengan sistem pembagian kelompok. Setiap kelompok dipantau oleh staf teknis untuk memastikan program berjalan optimal.
“Kami membagi pemain dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok diawasi staf teknis,” jelasnya.
Selain itu, setiap pemain juga diberikan program latihan individu. Langkah ini diambil agar kondisi pemain tetap terjaga meski tidak ada pertandingan kompetitif.
Pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan saat tim kembali berkumpul. Ia berharap seluruh pemain datang dalam kondisi siap dan mengalami peningkatan signifikan.
Target Tembus Empat Besar
Langkah serius yang diambil manajemen dan tim pelatih menjadi sinyal positif bagi Bonek. Persebaya menunjukkan komitmen kuat untuk memperbaiki performa dan bersaing di papan atas.
Target menembus empat besar menjadi ambisi yang dicanangkan oleh Bernardo Tavares. Namun, untuk mewujudkannya, pembenahan lini tengah menjadi prioritas utama.
Kehadiran tandem ideal bagi Francisco Rivera diyakini akan menjadi kunci permainan Persebaya. Dengan keseimbangan yang lebih baik, tim diharapkan mampu tampil lebih konsisten sepanjang musim.
Kini, keputusan ada di tangan manajemen. Apakah Persebaya mampu menjawab desakan Bonek dan menemukan tandem yang tepat? Waktu akan menjadi penentu arah perjalanan tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.
Editor : Novica Satya Nadianti