JAKARTA - Persebaya Surabaya tengah menghadapi fase evaluasi besar jelang akhir musim. Sorotan tajam mengarah ke berbagai sektor, mulai dari mantan pemain yang justru bersinar di klub lain, rapuhnya lini pertahanan, hingga situasi kontrak kiper utama Ernando Ari yang belum menemui kejelasan.
Nama Dejan Tumbas menjadi perhatian setelah tampil impresif bersama Persis Solo. Mantan gelandang Persebaya Surabaya itu langsung memberikan dampak nyata dengan mencetak gol ke gawang Bali United pada pekan ke-25 Super League musim 2025-2026.
Penampilan Dejan Tumbas tersebut semakin menegaskan bahwa Persebaya Surabaya masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjaga stabilitas skuad. Di saat eks pemain tampil gemilang, Bajul Ijo justru masih berjuang keluar dari inkonsistensi performa.
Dejan Tumbas Bersinar Bersama Persis
Gol Dejan Tumbas menjadi pembuka kemenangan Persis Solo saat menaklukkan Bali United dengan skor 3-0 di Stadion Manahan. Ia mencetak gol pada menit ke-31 lewat tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Dua gol tambahan dari Bruno Gomes memastikan kemenangan penting bagi Laskar Sambernyawa. Hasil tersebut membawa Persis keluar dari zona degradasi dan naik ke posisi 15 klasemen sementara.
Performa Dejan membuatnya disebut sebagai motor baru Persis sejak bergabung awal tahun. Keberhasilannya ini sekaligus menjadi refleksi bagi Persebaya Surabaya yang melepas sang pemain.
Lini Belakang Jadi Titik Lemah
Di sisi lain, Persebaya Surabaya harus menerima tamparan keras setelah kalah telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda. Kekalahan tersebut membuka kelemahan mendasar di lini pertahanan.
Koordinasi antar pemain belakang dinilai sangat rapuh. Lima gol yang bersarang ke gawang Ernando Ari menjadi bukti bahwa sistem pertahanan belum berjalan optimal.
Salah satu momen paling disorot terjadi saat bek tengah terpeleset dalam proses gol keempat lawan. Kesalahan tersebut menjadi titik balik yang membuat tim kehilangan kendali permainan.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa kekalahan tersebut bukan hanya kesalahan individu.
“Kami kalah sebagai tim, bukan karena satu pemain saja,” ujarnya.
Ia juga menolak menyudutkan pemain tertentu demi menjaga kondisi mental tim tetap stabil.
Fokus Perbaikan Jelang Laga Kandang
Dengan waktu persiapan sekitar tiga pekan sebelum menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, tim pelatih langsung menyusun strategi perbaikan.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan koordinasi lini belakang, komunikasi antar pemain, serta penyesuaian pola bertahan ketika tim bermain menyerang.
Selain aspek teknis, Tavares juga menekankan pentingnya mentalitas. Ia ingin para pemain tetap percaya diri dan berani mengambil risiko di lapangan.
Laga melawan Persita akan menjadi ujian penting bagi Persebaya untuk membuktikan kemampuan bangkit dari tekanan.
Evaluasi Skuad, Sejumlah Pemain Terancam
Evaluasi juga menyasar komposisi pemain. Sejumlah nama yang minim menit bermain mulai menjadi sorotan dan berpotensi masuk daftar evaluasi.
Salah satu pemain yang mendapat perhatian adalah Octavianus Fernando. Ia tercatat jarang mendapatkan kesempatan bermain meski beberapa kali masuk daftar susunan pemain.
Situasi ini mencerminkan ketatnya persaingan di dalam skuad. Namun di sisi lain, minimnya menit bermain juga menjadi indikator kontribusi yang belum maksimal.
Beberapa pemain muda juga mengalami kondisi serupa. Hal ini memunculkan diskusi terkait pengembangan pemain dan efektivitas rotasi yang dilakukan tim pelatih.
Kontrak Ernando Ari Jadi Prioritas
Di tengah berbagai persoalan, kabar terkait Ernando Ari menjadi perhatian besar. Kiper utama Persebaya tersebut tampil impresif dengan catatan 82 penyelamatan dari 23 pertandingan musim ini.
Performanya menempatkan Ernando sebagai salah satu kiper terbaik di Liga 1. Ia juga kembali mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Baca Juga: 5 HP Oppo Turun Harga Maret 2026, Seri Reno Dominasi! Mulai Rp2,8 Jutaan hingga Midrange Premium
Namun, kontraknya bersama Persebaya akan berakhir pada 31 Mei 2026. Jika tidak segera diperpanjang, klub berisiko kehilangan pemain penting secara gratis.
Situasi ini semakin krusial karena kiper kedua, Andika Ramadhani, juga akan habis kontrak pada 30 Juni 2026. Artinya, Persebaya berpotensi kehilangan dua penjaga gawang sekaligus.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Ernando tetap menunjukkan profesionalisme.
“Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” ujarnya.
Kini, Persebaya Surabaya dituntut bergerak cepat. Mulai dari memperbaiki performa tim, mengevaluasi skuad, hingga mengamankan pemain kunci demi menjaga daya saing di musim mendatang.
Editor : Novica Satya Nadianti