Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Arema FC Krisis Pertahanan, Transformasi Tim Tersendat di Super League 2025/2026

Novica Satya Nadianti • Kamis, 19 Maret 2026 | 13:45 WIB
Arema FC krisis pertahanan di Super League 2025/2026, transformasi tim tersendat akibat lini belakang yang rapuh.
Arema FC krisis pertahanan di Super League 2025/2026, transformasi tim tersendat akibat lini belakang yang rapuh.

 
MALANG - Arema FC kembali menghadapi sorotan tajam di Super League musim 2025/2026. Kali ini, persoalan utama yang menghambat transformasi tim adalah rapuhnya lini pertahanan. Kondisi tersebut membuat performa Arema FC sulit stabil meski sempat tampil menjanjikan di awal kompetisi.

Arema FC sebenarnya mengawali musim dengan cukup meyakinkan. Permainan kolektif yang ditampilkan mampu bersaing dengan tim-tim papan atas. Namun, memasuki pekan kelima putaran pertama, performa tim mulai mengalami penurunan signifikan.

Penurunan performa Arema FC tidak lepas dari absennya sejumlah pemain inti. Kondisi ini membuat keseimbangan tim terganggu, terutama dalam menjaga konsistensi permainan di setiap pertandingan.

Baca Juga: Samsung Galaxy A37 Segera Rilis, Ini Spesifikasi dan Harga Terbaru, Worth It atau Skip?

Lini Belakang Jadi Titik Lemah

Masalah utama Arema FC musim ini terletak pada sektor pertahanan. Meski lini depan cukup produktif dalam menciptakan peluang, rapuhnya lini belakang justru sering dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol.

Situasi ini semakin memburuk setelah dua pemain penting di lini belakang, Luis Gustavo dan Walison Maya, harus absen karena cedera. Luis Gustavo mengalami cedera ligamen lutut (ACL) pada Januari dan harus menjalani operasi, sementara Walison Maya mengalami patah tulang fibula saat menghadapi Borneo FC.

Absennya kedua pemain tersebut membuat lini pertahanan Arema FC kehilangan stabilitas. Koordinasi antar pemain belakang menjadi kurang solid, sehingga celah pertahanan kerap terbuka dan mudah ditembus lawan.

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G vs Galaxy A37 5G Bocor! Desain Premium, Spek Naik Kelas, Harga Bisa Tembus Rp10 Jutaan

Dampak Rekrutan Baru di Putaran Kedua

Memasuki putaran kedua Super League 2025/2026, Arema FC sempat mendapatkan angin segar dengan kedatangan sejumlah pemain baru. Nama-nama seperti Gabriel Silva, Gustavo Franca, Hansamu Yama, dan Joel Vinicius langsung menjadi bagian penting dalam skema permainan tim.

Kehadiran mereka membawa perubahan dalam komposisi tim. Beberapa pemain senior seperti Dendy Santoso, Johan Alfarizi, dan Dedik Setiawan harus lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Sempat muncul tren positif di awal putaran kedua, namun performa Arema FC kembali menurun. Faktor absennya pemain kunci kembali menjadi kendala utama yang menghambat konsistensi permainan tim.

Baca Juga: Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap! Galaxy A57 hingga A07, Ini Spek dan Harga Terbarunya

Inkonsistensi Masih Jadi PR Besar

Sepanjang musim ini, Arema FC menunjukkan performa yang naik turun. Di satu sisi, lini serang mampu tampil agresif dan menciptakan banyak peluang. Namun di sisi lain, kelemahan di lini pertahanan membuat hasil positif sulit diraih secara konsisten.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih. Pembenahan lini belakang menjadi prioritas utama jika Arema FC ingin memperbaiki posisi di klasemen.

Transformasi tim yang diharapkan berjalan mulus pun akhirnya tersendat. Tanpa perbaikan signifikan di sektor pertahanan, target finis di papan atas akan sulit tercapai.

Baca Juga: Review Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A06: HP 1 Jutaan dengan Kamera Juara dan Pengisian Daya Super Ngebut, Masih Layak Beli di Tahun 2026?

Libur Kompetisi Dimanfaatkan Pemain

Di tengah situasi tersebut, jeda kompetisi setelah pekan ke-25 dimanfaatkan para pemain Arema FC untuk beristirahat. Sebagian pemain lokal memilih pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Sementara itu, beberapa pemain asing memilih menghabiskan waktu libur dengan berwisata. Gustavo Franca dan Gabriel Silva, misalnya, memanfaatkan momen ini untuk berlibur ke Bali.

Franca mengaku perjalanan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengunjungi Pulau Dewata sejak berkarier di Indonesia. Ia menyebut sebelumnya belum sempat menikmati destinasi wisata lain karena kesibukan kompetisi.

“Ini pertama kali saya dan Gabi ke Bali,” ujarnya.

Baca Juga: Review Jujur Samsung Galaxy A06 Setelah Pemakaian Satu Bulan: HP Murah dengan Keamanan Knox Vault, Benarkah Lebih Baik dari Generasi Sebelumnya?

Gabriel Silva juga mengungkapkan bahwa Bali menjadi salah satu destinasi favorit bagi pemain asal Brasil. Menurutnya, suasana dan pantai di Bali memiliki kemiripan dengan kampung halamannya.

Fokus Kembali ke Persiapan Tim

Meski tengah menikmati masa libur, para pemain tetap diingatkan untuk menjaga kondisi fisik. Franca dan Gabriel Silva dijadwalkan kembali ke Malang sebelum tim memulai latihan bersama pada 24 Maret.

Sisa waktu libur akan dimanfaatkan untuk menjalani latihan mandiri guna menjaga kebugaran. Hal ini penting agar pemain tetap siap saat kompetisi kembali dilanjutkan.

Baca Juga: Rekomendasi HP Snapdragon 3 Jutaan Terbaik 2026, Baterai Badak, Kamera 108 MP, Update Hingga 6 Tahun !

Arema FC masih memiliki peluang untuk bangkit di sisa musim. Namun, perbaikan di lini pertahanan menjadi kunci utama agar transformasi tim bisa berjalan maksimal dan menghasilkan performa yang lebih konsisten.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Gabriel Silva #Super League 2025/2026 #gustavo franca #arema fc