MALANG - Arema FC kembali menjadi sorotan setelah pelatih kepala Marcos Santos memberi sinyal kuat untuk mundur usai kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pernyataan emosional tersebut memicu spekulasi besar mengenai masa depan pelatih asal Brasil itu di kursi kepelatihan Singo Edan.
Arema FC harus menelan kekalahan yang dinilai kontroversial, terutama akibat keputusan wasit yang dianggap merugikan tim. Situasi ini membuat Marcos Santos tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya saat sesi konferensi pers usai pertandingan.
Dalam pernyataannya, Marcos Santos secara terbuka mengungkapkan kemungkinan untuk mempertimbangkan kembali kelanjutan kariernya bersama Arema FC. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depannya di klub sedang berada di ujung tanduk.
Kekecewaan Mendalam Marcos Santos
Suasana konferensi pers berlangsung tegang ketika Marcos Santos meluapkan emosinya. Ia menilai pertandingan tersebut bukan sekadar soal hasil, tetapi juga menyangkut nilai sportivitas dalam sepak bola.
“Saya tidak tahu. Mungkin saya akan memikirkan kembali kelanjutan saya karena apa yang saya lihat di sini hari ini,” ujarnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu menegaskan bahwa kekecewaannya bukan ditujukan kepada masyarakat Indonesia, melainkan terhadap situasi di lapangan yang menurutnya mencederai nilai-nilai sepak bola.
Ia mengaku merasa malu sebagai pecinta sepak bola melihat apa yang terjadi dalam pertandingan tersebut. Pernyataan ini sontak membuat suasana ruangan menjadi hening dan penuh tanda tanya.
Tetap Apresiasi Perjuangan Tim
Meski kecewa berat, Marcos Santos tetap memberikan apresiasi kepada para pemain Arema FC. Ia menilai timnya sudah menunjukkan performa yang cukup baik sepanjang pertandingan.
“Saya senang dengan tim kami, tapi kecewa dengan apa yang saya lihat di sepak bola,” tambahnya.
Ucapan tersebut menunjukkan bahwa permasalahan yang dirasakannya tidak sepenuhnya berasal dari performa tim, melainkan faktor eksternal yang mempengaruhi jalannya pertandingan.
Masa Depan Pelatih Jadi Tanda Tanya
Pernyataan emosional Marcos Santos langsung memicu berbagai reaksi dari pecinta sepak bola, khususnya Aremania. Banyak yang mulai mempertanyakan apakah sang pelatih benar-benar akan hengkang dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari manajemen Arema FC terkait masa depan Marcos Santos. Namun, situasi ini jelas menjadi perhatian serius bagi internal tim.
Jika benar terjadi pergantian pelatih, maka Arema FC harus segera bergerak cepat untuk menjaga stabilitas tim di tengah kompetisi yang masih berjalan.
Baca Juga: Persib Bandung Cuci Gudang, 7 Pemain Asing Terancam Dilepas di Bursa Transfer Liga 1 Musim Depan
Perbandingan dengan Pelatih Sebelumnya
Performa Arema FC musim ini juga kembali mengundang perbandingan dengan era pelatih-pelatih sebelumnya. Inkonsistensi permainan membuat publik mulai menoleh ke catatan statistik masa lalu.
Dalam daftar pelatih Arema FC dengan rasio kemenangan tertinggi, nama Eduardo Almeida berada di posisi teratas dengan winrate mencapai 54 persen dari 48 pertandingan pada periode 2021–2022.
Di posisi kedua terdapat Milan Petrovic dengan catatan 52 persen dari 25 laga pada musim 2018. Sementara itu, Joel Cornelli menempati posisi ketiga dengan winrate 50 persen dari 20 pertandingan.
Nama lain yang masuk daftar adalah Milomir Seslija dengan 43 persen kemenangan, serta Aji Santoso yang mencatat 41 persen dari 17 pertandingan.
Winrate Marcos Santos Jadi Sorotan
Berbeda dengan para pendahulunya, Marcos Santos saat ini hanya mencatat winrate sekitar 33 persen dari 24 pertandingan bersama Arema FC. Angka tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kinerjanya mulai dipertanyakan.
Kondisi ini semakin memperkuat tekanan terhadap sang pelatih di tengah hasil tim yang belum konsisten. Aremania kini berharap adanya perubahan signifikan agar Arema FC bisa kembali bersaing di papan atas.
Situasi yang berkembang membuat masa depan Marcos Santos bersama Arema FC semakin tidak pasti. Keputusan yang akan diambil dalam waktu dekat dipastikan menjadi penentu arah perjalanan Singo Edan ke depan.
Editor : Novica Satya Nadianti