MALANG – Kursi kepelatihan Singo Edan mulai memanas di pengujung musim Super League 2025-2026. Kabar mengejutkan datang dari sang nakhoda, Marcos Santos, yang kini berada di ambang pintu keluar Stadion Kanjuruhan. Munculnya rumor pencarian pelatih baru Arema FC ini dipicu oleh ketidakharmonisan hubungan sang pelatih dengan situasi kompetisi di Indonesia, ditambah adanya tawaran menggiurkan dari klub kasta ketiga Brasil, Guarani.
Sinyal kepergian Marcos Santos mulai menguat pasca laga panas Arema FC kontra Bhayangkara FC. Pelatih berusia 46 tahun tersebut secara terang-terangan mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan timnya. Kekecewaan mendalam itu membuat Marcos mempertimbangkan masa depannya di tanah air. Jika kesepakatan dengan Guarani terwujud, manajemen Singo Edan dipastikan harus segera berburu pelatih baru Arema FC untuk musim 2026-2027.
"Saya benar-benar sangat kecewa dengan situasi ini. Sebagai pecinta sepak bola, saya merasa malu melihat apa yang terjadi di lapangan. Mungkin saya akan memikirkan kembali kelanjutan saya di sini," ungkap Marcos Santos dengan nada kesal. Pernyataan ini menjadi alarm bagi manajemen Arema FC untuk segera menyusun daftar bursa pelatih baru Arema FC agar masa transisi tim tidak terganggu dan tetap kompetitif di musim mendatang.
Kembalinya Sang Mantan: Eduardo Almeida dan Mario Gomez
Dalam bursa calon pelatih baru Arema FC, nama Eduardo Almeida muncul sebagai kandidat paling realistis. Pelatih asal Portugal ini bukan orang baru bagi publik Malang. Almeida memiliki rekam jejak mentereng saat menukangi Singo Edan dengan catatan 20 kemenangan dan 12 hasil imbang. Statusnya yang kini tanpa klub sejak berpisah dengan Semen Padang pada Oktober 2025 membuat peluang reuni di Malang terbuka lebar.
Selain Almeida, nama Mario Gomez juga kembali mencuat. Pelatih yang pernah membesarkan Persib Bandung dan Borneo FC ini dikenal memiliki karakter kuat dan disiplin tinggi. Pengalamannya melatih di berbagai negara Asia seperti Malaysia dan Bangladesh menjadi nilai tambah tersendiri. Kontrak Gomez yang akan berakhir pada 1 April 2026 mendatang menjadikannya opsi mewah yang sangat mungkin untuk dipinang manajemen Arema FC.
Opsi Kelas Dunia: Sergio Farias dan Mano Polking
Tidak hanya pelatih yang sudah akrab dengan atmosfer Liga 1, Arema FC juga dikaitkan dengan nama besar kelas Asia, Sergio Farias. Pelatih asal Brasil yang pernah membawa Pohang Steelers juara Liga Champions Asia ini sedang menganggur pasca meninggalkan Duhail SC. Pengalaman Farias dalam menangani klub-klub raksasa di Timur Tengah dan Korea Selatan diyakini mampu mengangkat mentalitas Singo Edan ke level yang lebih tinggi.
Nama terakhir yang tak kalah mentereng adalah Alexandre "Mano" Polking. Mantan pelatih Timnas Thailand yang sukses meraih gelar juara Piala AFF ini memiliki reputasi apik di sepak bola Asia Tenggara. Meski saat ini masih melatih klub Vietnam, kontrak Polking dikabarkan akan segera habis pada pertengahan 2026. Kehadiran Polking bisa menjadi revolusi taktik bagi Arema FC jika manajemen berani menggelontorkan dana besar untuk kontraknya.
Evaluasi Manajemen Menuju Musim Depan
Manajemen Arema FC kini berada di persimpangan jalan. Kehilangan Marcos Santos di tengah upaya stabilisasi performa tentu menjadi tantangan besar. Namun, kehadiran deretan pelatih berkualitas dalam bursa transfer mendatang memberikan harapan baru bagi Aremania. Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi nakhoda anyar, tugas utamanya adalah mengembalikan taring Singo Edan sebagai kekuatan utama sepak bola Indonesia.
Dengan sisa waktu kompetisi yang ada, fokus tim pelatih saat ini adalah menyelesaikan musim dengan posisi sebaik mungkin sambil memantau pergerakan para calon suksesor. Kepastian mengenai siapa yang akan mengisi kursi panas pelatih Arema FC diprediksi akan menjadi berita paling dinanti dalam beberapa bulan ke depan.
Editor : Natasha Eka Safrina