TRENGGALEK NJENGGELEK - Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah rentetan hasil kurang memuaskan memicu gelombang kritik dari suporter. Performa Macan Kemayoran dalam dua laga kandang terakhir membuat posisi pelatih Mauricio Souza mulai digoyang. Tekanan deras dari tribun hingga media sosial membuat isu pergantian pelatih semakin panas jelang akhir musim.
Persija Jakarta gagal meraih kemenangan saat menjamu Borneo FC dengan skor imbang 2-2. Padahal, pertandingan tersebut dinilai sebagai laga yang seharusnya bisa diamankan dengan tiga poin. Situasi semakin memanas setelah Persija Jakarta kembali hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Dewa United dalam laga kandang berikutnya.
Dua hasil minor itu terjadi di hadapan puluhan ribu pendukung setia di Jakarta International Stadium pada 15 Maret 2026 malam. Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri membuat kekecewaan suporter memuncak. The Jakmania mulai bersuara lantang, mendesak manajemen untuk melakukan evaluasi serius terhadap kursi kepelatihan Persija Jakarta.
Di tengah tekanan tersebut, muncul dua nama yang langsung mencuri perhatian publik sebagai kandidat kuat pengganti Mauricio Souza.
Thomas Doll Kembali Menguat
Nama pertama yang ramai dibicarakan adalah Thomas Doll. Sosok pelatih asal Jerman itu bukan nama asing bagi Persija Jakarta. Ia pernah menangani Macan Kemayoran dan sukses membawa perubahan signifikan dalam performa tim beberapa musim lalu.
Dukungan terhadap Thomas Doll semakin menguat setelah dua mantan pemain Persija secara terbuka memberikan sinyal positif. Keduanya menilai karakter dan filosofi permainan Doll masih sangat cocok dengan kebutuhan tim saat ini.
Peluang reuni juga terbilang terbuka lebar. Thomas Doll diketahui tidak sedang terikat kontrak dengan klub mana pun, sehingga memudahkan proses negosiasi jika manajemen benar-benar serius memulangkannya ke ibu kota.
Bagi sebagian Jakmania, Thomas Doll dianggap sebagai sosok yang memahami kultur klub dan atmosfer tekanan di Persija Jakarta. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk mengangkat mental bertanding tim yang belakangan kerap kehilangan fokus di menit-menit akhir pertandingan.
Shin Tae-yong Jadi Magnet Spekulasi
Nama kedua yang tak kalah menarik perhatian adalah Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu disebut-sebut memiliki kedekatan emosional dengan sejumlah pemain Persija yang juga memperkuat tim nasional Indonesia.
Spekulasi kian menguat setelah kehadiran Shin Tae-yong di tribun saat laga Persija kontra Dewa United. Ia terlihat menyaksikan langsung pertandingan dan sempat berinteraksi dengan suporter serta awak media di stadion.
Momen tersebut langsung memantik perbincangan luas di kalangan Jakmania. Banyak yang menilai kehadiran Shin bukan sekadar kebetulan, melainkan sinyal awal adanya komunikasi dengan manajemen Persija Jakarta.
Dari sisi pengalaman, Shin Tae-yong memiliki rekam jejak mentereng di level internasional. Kemampuannya membangun tim dengan karakter disiplin dan kerja kolektif dinilai cocok untuk membenahi inkonsistensi permainan Persija Jakarta musim ini.
Selain itu, kedekatannya dengan pemain timnas bisa menjadi nilai tambah dalam membangun chemistry skuad. Persija Jakarta dinilai membutuhkan figur pelatih yang tidak hanya piawai secara taktik, tetapi juga mampu membangun mental juara di ruang ganti.
Sindiran Keras Bung Binder Viral
Di tengah panasnya isu pergantian pelatih, komentar pedas datang dari pengamat sepak bola, Bung Binder. Ia menyindir performa Persija yang dinilai belum maksimal meski mendapat dukungan luar biasa saat bermain di kandang.
Menurutnya, Persija Jakarta seakan bermain dengan “13 pemain” setiap laga kandang. Sebelas pemain berada di lapangan, satu kekuatan besar datang dari Jakmania, dan satu lagi adalah dukungan penuh dari tokoh nasional, Pramono Anung.
Sindiran tersebut merujuk pada fakta bahwa Persija tetap gagal mengamankan kemenangan meski sempat unggul saat menghadapi Borneo FC. Bung Binder menyoroti lemahnya fokus tim dalam 15 menit akhir pertandingan, momen krusial yang justru kerap menjadi titik kehilangan poin.
Kegagalan meraih kemenangan atas dua rival papan atas membuat Persija kehilangan empat poin penting. Dampaknya sangat terasa dalam persaingan menuju tangga juara Liga 1 musim ini.
Pernyataan Bung Binder pun viral di media sosial dan memantik perdebatan panjang di kalangan Jakmania. Banyak yang menilai kritik tersebut sebagai tamparan keras bagi tim kesayangan ibu kota.
Kini manajemen Persija Jakarta berada di persimpangan penting. Mempertahankan Mauricio Souza berarti memberi kesempatan untuk pembenahan internal. Namun mengganti pelatih bisa menjadi langkah cepat untuk menyelamatkan peluang juara musim depan.
Yang pasti, tekanan dari suporter tak akan mereda selama Persija Jakarta belum kembali ke jalur kemenangan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella