TRENGGALEK NJENGGELEK - Tekanan terhadap pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, semakin memuncak jelang jeda Lebaran 2026. Suporter setia Macan Kemayoran, The Jakmania, mulai kehilangan kesabaran dan terang-terangan merindukan sentuhan taktik Eropa milik Thomas Doll.
Persija Jakarta memang memasuki masa libur dengan suasana yang tidak sepenuhnya kondusif. Manajemen memutuskan meliburkan skuad pada 18 Maret 2026 untuk memberi kesempatan para pemain merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Mauricio Souza usai sesi latihan terakhir.
Dalam keterangannya, pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa waktu istirahat diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Para pemain yang merayakan hari besar keagamaan diberi kesempatan pulang ke kampung halaman sebelum kembali fokus ke kompetisi.
Setelah masa libur berakhir, Persija dijadwalkan kembali menjalani latihan intensif guna mempersiapkan laga penting melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Skuad Macan Kemayoran akan menggelar pemusatan latihan selama dua pekan demi mematangkan strategi dan meningkatkan konsentrasi permainan.
Bek andalan Rizky Ridho bersama rekan-rekannya diproyeksikan menjalani program peningkatan fisik serta pemantapan taktik. Fokus utama tim pelatih adalah memperbaiki konsistensi permainan yang kerap menjadi kelemahan Persija dalam sejumlah laga krusial musim ini.
Jakmania Banjiri Kritik, Thomas Doll Dirindukan
Alih-alih meredakan suasana, pengumuman libur justru memicu gelombang kritik dari Jakmania di media sosial. Kolom komentar dipenuhi desakan agar manajemen segera melakukan evaluasi besar, termasuk mengganti pelatih kepala.
Sejumlah suporter bahkan secara terang-terangan meminta Persija Jakarta memulangkan Thomas Doll. Tagar bernada “Bring Back Thomas Doll” ramai bermunculan sebagai bentuk kerinduan terhadap racikan taktik pelatih asal Jerman tersebut.
Kerinduan itu bukan tanpa alasan. Pada musim kompetisi 2022–2023, Thomas Doll mampu membawa stabilitas performa Persija Jakarta dengan catatan impresif. Dari total 33 pertandingan, Macan Kemayoran mengoleksi 19 kemenangan, mencetak 45 gol, dan hanya kebobolan 27 kali.
Meski performa sempat menurun di musim berikutnya, raihan poin yang dikumpulkan masih dinilai lebih kompetitif dibanding kondisi tim saat ini. Jakmania menilai gaya permainan disiplin dan organisasi taktik ala Eropa yang diterapkan Doll lebih cocok bagi karakter Persija.
Sebaliknya, Mauricio Souza dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan. Inkonsistensi performa tim serta kegagalan mengamankan poin di laga penting membuat kepercayaan suporter terus menurun.
Situasi ini membuat posisi Mauricio Souza di kursi pelatih mulai goyah. Manajemen kini berada dalam dilema antara mempertahankan pelatih yang masih terikat kontrak atau mengambil langkah berani dengan membuka peluang kembalinya Thomas Doll.
Persija Fokus Benahi Performa
Terlepas dari tekanan suporter, tim pelatih Persija Jakarta tetap berupaya menjaga fokus pemain. Program latihan pasca-libur difokuskan pada peningkatan daya tahan fisik, penyempurnaan strategi, serta pembenahan konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan.
Evaluasi menyeluruh juga dilakukan untuk memperbaiki koordinasi antarlini yang kerap menjadi celah lawan mencuri gol. Persija menargetkan kebangkitan performa saat menghadapi Bhayangkara FC demi menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen.
Rio Matsumura Bersinar, Bhayangkara Siap Permanenkan
Sementara itu, kabar menarik datang dari pemain milik Persija yang tengah dipinjamkan ke Bhayangkara FC, Ryo Matsumura. Gelandang asal Jepang tersebut tampil impresif dan langsung menjadi andalan tim berjuluk The Guardians.
Sejak bergabung pada bursa transfer tengah musim, Matsumura menunjukkan kontribusi instan. Ia mencatat assist pada laga debut saat Bhayangkara meraih kemenangan tandang atas Persebaya Surabaya.
Performa konsistennya berlanjut dengan kembali menyumbang assist saat menghadapi Persik Kediri dan Semen Padang FC. Tak hanya piawai membangun serangan, Matsumura juga mencetak gol ketika Bhayangkara menang telak 4-0 atas Semen Padang.
Manajemen Bhayangkara dikabarkan puas dan mulai menyiapkan langkah untuk mempermanenkan status sang pemain. Negosiasi dengan agen pemain akan segera dilakukan guna menyesuaikan nilai kontrak dengan anggaran klub.
Namun situasi menjadi rumit karena status Matsumura masih terikat kontrak dengan Persija Jakarta. Kesepakatan peminjaman membuatnya tidak bisa tampil saat Bhayangkara berhadapan langsung dengan Persija.
Kini masa depan Matsumura berada di meja negosiasi. Jika Bhayangkara mampu memenuhi nilai transfer yang diminta, bukan tidak mungkin gelandang kreatif tersebut resmi hengkang dari Persija Jakarta secara permanen.
Di tengah panasnya isu kursi pelatih dan dinamika transfer pemain, Persija Jakarta menghadapi periode krusial yang dapat menentukan arah klub pada musim-musim mendatang.
Editor : Fadhilah Salsa Bella