JAKARTA – Persija Jakarta kembali gagal mengamankan poin penuh dalam laga kandang yang krusial. Kegagalan eksekusi penalti bintang asal Brasil, Maxwell Souza, menjadi puncak drama yang membuat suporter setia, Jakmania, mulai kehilangan kesabaran. Di tengah rentetan hasil minor ini, desakan agar manajemen segera mengevaluasi posisi pelatih Mauricio Souza makin menguat, terutama setelah kehadiran sosok mengejutkan di tribun stadion.
Pertandingan pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan Persija Jakarta vs Dewa United di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3/2026) malam, berakhir dengan skor imbang 1-1. Macan Kemayoran sebenarnya memiliki peluang emas untuk mengunci kemenangan pada menit ke-88 setelah pemain Dewa United dinyatakan handball di dalam kotak terlarang. Namun, Maxwell Souza yang maju sebagai eksekutor gagal menaklukkan kiper Sony Stevens.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Maxwell Souza menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka kepada rekan setim serta seluruh fans. Ia mengaku sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas hilangnya dua poin di depan mata. "Saya meminta maaf kepada rekan setim dan fans. Saya bertanggung jawab penuh atas kegagalan penalti semalam," tulis pemain bernomor punggung andalan tersebut.
Kritik Pedas Jakmania untuk Mauricio Souza
Meski Maxwell telah meminta maaf, sorotan tajam justru lebih banyak mengarah kepada sang pelatih, Mauricio Souza. Kegagalan menang atas Dewa United dianggap sebagai titik balik bagi Jakmania untuk menyuarakan pergantian pelatih. Hasil empat kali seri di JIS dan kekalahan memalukan di Stadion GBK menjadi rapor merah yang sulit diterima oleh pendukung fanatik Persija Jakarta.
Banyak pihak menilai pemilihan komposisi skuad dan strategi pergantian pemain yang dilakukan Mauricio Souza seringkali keliru. Namun, pelatih asal Brasil tersebut cenderung membela diri dengan menyatakan bahwa ia adalah orang yang paling tahu kondisi internal timnya. Sikap ini justru memicu kejengkelan lebih dalam di media sosial, di mana tagar pergantian pelatih mulai menggema dengan kencang.
Kehadiran Shin Tae-yong di JIS Picu Spekulasi Panas
Di tengah memanasnya kursi kepelatihan Mauricio Souza, kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), di tribun JIS saat laga melawan Dewa United memicu spekulasi besar. Belum diketahui secara pasti agenda STY hadir dalam pertandingan tersebut, namun momen ini bertepatan dengan gelombang ketidakpuasan Jakmania terhadap manajemen.
Banyak spekulasi menyebut bahwa Shin Tae-yong bisa menjadi kandidat kuat untuk mengambil alih kursi kepelatihan Persija Jakarta musim depan jika performa tim di bawah Mauricio Souza tak kunjung membaik. Kedekatan STY dengan atmosfer sepak bola Indonesia menjadikannya sosok yang paling diinginkan suporter untuk membawa perubahan taktik yang lebih agresif bagi klub ibu kota.
Dewa United Syukuri Satu Poin di Markas Macan Kemayoran
Di sisi lain, penyerang Dewa United, Alex Martins, mengaku sangat bersyukur bisa mencuri satu poin dari markas Persija Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa timnya hanya memiliki waktu persiapan yang sangat singkat, yakni dua hari saja di tengah jadwal kompetisi yang padat. "Pertandingan ini berjalan sangat sulit. Kami hanya punya waktu dua hari untuk persiapan, situasi ini tentu menantang bagi kami," ungkap Alex.
Kegagalan Persija Jakarta meraih kemenangan ini sekaligus membuang kesempatan untuk memperkecil jarak poin dengan Persib Bandung di papan klasemen. Kini, manajemen Persija Jakarta benar-benar diuji untuk mengambil langkah strategis guna meredam protes besar dari Jakmania yang menginginkan perubahan nyata di kursi pelatih.
Editor : Natasha Eka Safrina