SURABAYA - Bursa transfer kembali memanas setelah Persebaya Surabaya dikabarkan serius memburu Ramadan Sananta. Persebaya Surabaya dekati Ramadan Sananta sebagai solusi atas krisis lini depan yang sempat menjadi masalah sepanjang musim.
Persebaya Surabaya dekati Ramadan Sananta bukan isu baru. Pada paruh musim lalu, Green Force sebenarnya sudah hampir mendapatkan tanda tangan striker Timnas Indonesia tersebut. Namun, negosiasi gagal di saat-saat akhir karena sang pemain memilih bertahan bersama klubnya, DPMM FC.
Kini, peluang Persebaya Surabaya dekati Ramadan Sananta kembali terbuka lebar. Situasi kontrak menjadi faktor utama yang membuat transfer ini semakin realistis untuk diwujudkan.
Baca Juga: Persib Puncak Klasemen Usai Imbang Lawan Borneo FC, Bojan Hodak Liburkan Tim Saat Lebaran
Peluang Transfer Gratis Jadi Daya Tarik
Ramadan Sananta diketahui hanya memiliki sisa kontrak hingga 30 Juni 2026 bersama DPMM FC. Kondisi ini membuka peluang bagi Persebaya untuk mengamankan jasa sang striker tanpa biaya transfer jika tidak ada perpanjangan kontrak.
Situasi tersebut tentu menjadi keuntungan besar bagi manajemen. Mendapatkan striker berkualitas timnas secara gratis adalah kesempatan langka yang sulit dilewatkan.
Sananta sendiri dikenal sebagai penyerang tajam yang memiliki insting gol tinggi serta kemampuan duel fisik yang kuat. Kehadirannya dinilai bisa menjadi jawaban atas kebutuhan Persebaya di lini depan.
Krisis Lini Depan Jadi Alasan Utama
Sejak paruh musim lalu, Persebaya memang mengalami kendala dalam urusan mencetak gol. Minimnya opsi di lini serang membuat tim harus memaksimalkan pemain yang ada tanpa tambahan amunisi baru.
Kondisi ini membuat performa tim kurang stabil. Kehadiran striker seperti Sananta diharapkan mampu meningkatkan produktivitas gol sekaligus memberikan variasi serangan.
Jika transfer ini terealisasi, lini depan Persebaya berpotensi menjadi lebih tajam dan kompetitif.
Dua Pilar Terancam Hengkang
Di tengah upaya mendatangkan pemain baru, Persebaya juga dihadapkan pada potensi kehilangan dua pemain penting, yakni Francisco Rivera dan Bruno Moreira.
Kontrak Rivera dilaporkan akan berakhir pada 31 Mei 2026. Sementara Bruno Moreira lebih cepat habis masa baktinya pada April 2026.
Situasi ini membuat manajemen berada di posisi sulit. Di satu sisi, keduanya merupakan pemain kunci yang berkontribusi besar bagi tim. Namun di sisi lain, kemungkinan tawaran dari klub lain bisa saja menggoda.
Kontribusi Besar Rivera dan Bruno
Francisco Rivera menjadi motor permainan Persebaya sejak bergabung pada musim 2024-2025. Gelandang asal Meksiko itu dikenal sebagai kreator utama serangan tim.
Dalam 50 pertandingan di semua kompetisi, Rivera mencatatkan 14 gol dan 13 assist. Statistik tersebut menunjukkan betapa vital perannya di lini tengah.
Sementara itu, Bruno Moreira juga tak kalah penting. Winger asal Brasil tersebut dikenal eksplosif dan konsisten di sektor sayap.
Sejak pertama kali bergabung pada musim 2021-2022, Bruno langsung menjadi andalan. Ia bahkan sempat mencatatkan 7 gol dan 3 assist dalam musim debutnya.
Desakan Bonek untuk Tambahan Kekuatan
Di tengah dinamika skuad, suara suporter Bonek mulai menguat. Mereka mendesak manajemen untuk segera mendatangkan pemain yang bisa menjadi tandem sepadan bagi Rivera.
Beberapa nama bahkan mulai mencuat, seperti Hugo Gomes dari Dewa United serta Ze Valente yang kini bermain untuk PSIM Yogyakarta.
Sementara itu, Pedro Matos yang didatangkan dari Semen Padang FC belum mampu memenuhi ekspektasi sebagai pendamping Rivera.
Minimnya kontribusi membuatnya lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Dilema Manajemen Jelang Musim Baru
Persebaya kini berada di persimpangan penting. Manajemen harus menentukan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan tim.
Di satu sisi, mempertahankan pemain kunci menjadi prioritas. Namun di sisi lain, kebutuhan akan tambahan pemain baru juga tidak bisa diabaikan.
Kehadiran Ramadan Sananta bisa menjadi solusi di lini depan, tetapi Persebaya juga harus memastikan kekuatan lini tengah tetap terjaga.
Menanti Langkah Besar Persebaya
Bursa transfer musim ini akan menjadi penentu arah Persebaya ke depan. Apakah tetap mempertahankan kerangka tim lama atau melakukan perombakan besar.
Yang jelas, Persebaya Surabaya dekati Ramadan Sananta menjadi sinyal bahwa klub tidak ingin tinggal diam. Ambisi untuk kembali bersaing di papan atas Liga 1 terlihat semakin nyata.
Kini publik hanya tinggal menunggu, apakah langkah ini akan benar-benar terwujud atau kembali menjadi rumor seperti sebelumnya.
Editor : Dyah Wulandari