SURABAYA - Francisco Rivera kembali menjadi sorotan setelah mengungkap ambisi besarnya bersama Persebaya Surabaya. Francisco Rivera targetkan Persebaya juara Super League musim ini, meski tim masih berada di papan tengah klasemen.
Francisco Rivera targetkan Persebaya juara bukan sekadar wacana. Gelandang asal Meksiko tersebut menegaskan sejak awal musim dirinya sudah memiliki mimpi besar membawa Bajol Ijo meraih trofi.
Francisco Rivera targetkan Persebaya juara Super League dengan penuh kesadaran bahwa jalan yang harus ditempuh tidak mudah. Namun, ia percaya kerja keras dan semangat juang bisa membuka peluang, sekecil apa pun.
Optimisme di Tengah Persaingan Ketat
Rivera menyadari bahwa persaingan menuju gelar musim ini sangat berat. Ia secara terbuka mengakui kekuatan rival seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta yang tampil konsisten.
Meski demikian, ia memilih untuk tetap fokus pada performa tim sendiri. Baginya, menjaga konsentrasi dan memaksimalkan setiap pertandingan adalah kunci utama.
Baca Juga: Persib Puncak Klasemen Usai Imbang Lawan Borneo FC, Bojan Hodak Liburkan Tim Saat Lebaran
“Kita tahu mereka kuat, tapi kita hanya fokus di Persebaya. Kita punya sedikit peluang, tapi kita berjuang 100 persen,” ujarnya.
Sikap optimistis ini menjadi suntikan motivasi bagi tim di tengah situasi yang belum ideal.
Fleksibilitas Jadi Kekuatan Utama
Salah satu keunggulan Rivera adalah kemampuannya bermain di berbagai posisi. Ia bisa ditempatkan sebagai gelandang serang maupun penyerang sesuai kebutuhan tim.
Biasanya beroperasi di posisi nomor 10, Rivera kini juga dilatih untuk beradaptasi dalam berbagai skema permainan. Hal ini membuatnya menjadi pemain yang fleksibel dan sulit tergantikan.
“Yang paling penting adalah tim menang dan bisa meraih tiga poin,” tegasnya.
Kemampuan adaptasi ini menjadi nilai tambah dalam menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Konsistensi yang Jadi Andalan
Sepanjang musim ini, Rivera tampil sebagai salah satu pemain paling konsisten di skuad Persebaya. Hingga pekan ke-25, ia telah mencatatkan enam gol dan enam assist.
Kontribusi tersebut menjadikannya motor serangan utama tim. Perannya tidak hanya sebagai kreator, tetapi juga eksekutor di lini depan.
Kehadirannya di lapangan sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan. Tidak heran jika banyak pihak menilai Persebaya akan kesulitan tanpa dirinya.
Masa Depan Masih Tanda Tanya
Di balik performa impresifnya, masa depan Rivera justru masih belum jelas. Kontraknya bersama Persebaya dikabarkan akan berakhir pada 31 Maret 2026.
Situasi ini membuat manajemen harus segera mengambil keputusan penting. Mempertahankan Rivera menjadi prioritas, mengingat perannya yang vital dalam tim.
Bagi suporter Bonek, kabar ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Mereka berharap sang pemain tetap bertahan dan melanjutkan kontribusinya.
Regenerasi Mulai Terlihat
Selain mengandalkan pemain senior, Persebaya juga mulai menunjukkan proses regenerasi. Di bawah arahan Bernardo Tavares, sejumlah pemain muda mulai mendapat kesempatan tampil.
Salah satunya adalah Dimas Wicaksono yang mulai mencuri perhatian. Ia tampil penuh percaya diri saat dipercaya sebagai starter dalam beberapa pertandingan.
Dalam dua laga terakhir, Dimas mencatat total 175 menit bermain dan menyumbang satu gol. Kehadirannya memberi warna baru di lini tengah.
Selain itu, Sadida Nugraha Putra juga mulai mendapat kepercayaan. Gelandang bertahan muda ini tampil dalam 12 pertandingan musim ini.
Meski belum mencetak gol, kontribusinya dalam memutus serangan lawan cukup signifikan.
Harapan Baru untuk Masa Depan
Kombinasi pemain muda dan senior kini menjadi kekuatan baru Persebaya. Regenerasi yang berjalan memberi harapan bagi masa depan tim.
Pengamat sepak bola menilai langkah ini sebagai investasi jangka panjang yang tepat. Dengan pembinaan yang baik, pemain muda bisa menjadi tulang punggung tim di masa depan.
Kini, harapan Bonek bertumpu pada konsistensi tim hingga akhir musim. Janji manis Rivera untuk membawa Persebaya juara menjadi motivasi tambahan.
Apakah ambisi tersebut akan terwujud atau hanya menjadi mimpi? Semua akan terjawab di sisa pertandingan musim ini.
Editor : Dyah Wulandari