MALANG - Rating pemain terbaik Arema FC hingga pekan ke-25 Super League 2025-2026 menjadi sorotan. Di tengah performa tim yang belum stabil, sejumlah pemain justru tampil konsisten dan memberi kontribusi besar bagi Singo Edan.
Data ini dirangkum dari komunitas suporter We Aremania yang melakukan analisis statistik menyeluruh. Penilaian tidak hanya berfokus pada gol, tetapi juga menit bermain, kontribusi menyerang, hingga aspek bertahan seperti tekel, intersep, dan recovery.
Hasilnya, lima pemain terbaik Arema FC berhasil diidentifikasi berdasarkan performa hingga laga terakhir sebelum jeda Lebaran melawan Bhayangkara FC pada 10 Maret 2026.
Dalberto Luelo Jadi Mesin Gol Utama
Posisi pertama ditempati striker asal Brasil, Dalberto Luelo. Ia menjadi ujung tombak paling tajam bagi Arema musim ini.
Dalberto mencatatkan 1769 menit bermain dengan torehan 14 gol dan 4 assist. Tak hanya itu, ia juga menciptakan 29 peluang serta melepaskan 37 tembakan tepat sasaran. Statistik tersebut menegaskan perannya sebagai pemain paling menentukan di lini depan.
Baca Juga: Persib Puncak Klasemen Usai Imbang Lawan Borneo FC, Bojan Hodak Liburkan Tim Saat Lebaran
Ketajamannya membuat lini serang Arema lebih hidup, sekaligus menjadi tumpuan utama dalam mencetak gol di tengah inkonsistensi tim.
Mates Bad, Pilar Tak Tergantikan di Lini Tengah
Di posisi kedua ada gelandang bertahan Mates Bad. Ia menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak, yakni 1941 menit.
Perannya sangat vital dalam menjaga keseimbangan tim. Mates Bad mencatat 68 intersep, 26 sapuan, dan 11 blok. Ia juga melakukan 36 ball recovery yang menunjukkan dominasinya dalam memutus serangan lawan.
Kepercayaan pelatih terhadapnya terlihat jelas dari konsistensi bermain sepanjang musim.
Betinho Filho, Motor Perebut Bola
Posisi ketiga ditempati Betinho Filho yang dikenal sebagai gelandang pekerja keras.
Dengan 1430 menit bermain, ia mencatat 28 tekel, 55 intersep, dan 47 recovery. Perannya sebagai perusak serangan lawan membuat lini tengah Arema lebih solid.
Kombinasi antara Mates Bad dan Betinho Filho menjadikan sektor gelandang bertahan sebagai kekuatan utama tim musim ini.
Johan Farizi Tetap Konsisten di Usia Senior
Bek kiri senior Johan Farizi menempati posisi keempat. Meski bukan lagi pemain muda, kontribusinya tetap signifikan.
Ia mencatat 1392 menit bermain dengan 4 assist dan 10 kreasi peluang. Selain itu, Farizi juga aktif membantu pertahanan melalui intersep dan tekel.
Pengalamannya menjadi nilai tambah bagi stabilitas permainan tim, baik saat menyerang maupun bertahan.
Arhan Fikri, Kreativitas dari Lini Tengah
Posisi kelima ditempati gelandang muda Arhan Fikri. Ia menjadi salah satu pemain kreatif yang memberi warna di lini tengah.
Dalam 1191 menit bermain, Arhan mencatat 15 peluang tercipta, 22 tekel, 12 intersep, serta 490 umpan. Statistik ini menunjukkan keseimbangan antara kreativitas dan kontribusi defensif.
Kehadirannya menjadi harapan bagi regenerasi pemain Arema di masa depan.
Penilaian Berbasis Statistik Komprehensif
Menariknya, daftar ini disusun tidak hanya dari statistik ofensif seperti gol dan assist. Aspek bertahan seperti tekel, intersep, hingga blok juga menjadi pertimbangan utama.
Selain itu, menit bermain menjadi indikator penting untuk menilai konsistensi pemain sepanjang musim. Setiap pemain dinilai sesuai perannya, baik sebagai penyerang, gelandang, maupun bek.
Dengan pendekatan ini, lima pemain terbaik Arema FC benar-benar mencerminkan kontribusi nyata di lapangan, bukan sekadar popularitas.
Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa meski performa tim belum maksimal, individu pemain Arema tetap mampu bersinar dan menjadi tulang punggung dalam setiap pertandingan.
Editor : Dyah Wulandari