TRENGGALEK NJENGGELEK – Skuad Timnas Indonesia mulai berkumpul jelang FIFA Series 2026 yang akan digelar di ibu kota pada akhir Maret mendatang. Sejumlah pemain Garuda dilaporkan sudah tiba di Jakarta sejak Minggu, 21 Maret 2026 untuk menjalani pemusatan latihan perdana.
Agenda pemusatan latihan ini menjadi tahap krusial bagi Timnas Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi turnamen internasional tersebut. Informasi yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa pemain telah terlihat berkumpul. Hal itu sejalan dengan pernyataan Ketua Badan Tim Nasional, Sumarji, yang memastikan para pemain akan datang secara bertahap.
Kehadiran para pemain memang dibagi dalam beberapa gelombang. Skuad Timnas Indonesia yang berkarier di kompetisi domestik menjadi rombongan pertama yang tiba. Sementara itu, para pemain diaspora yang merumput di Eropa dijadwalkan menyusul setelah menuntaskan kewajiban bersama klub masing-masing.
Pemain Lokal Datang Lebih Awal
Rombongan awal diisi para pemain yang tampil di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. Mereka tidak memiliki kendala jadwal sehingga bisa langsung bergabung lebih cepat untuk menjalani persiapan bersama tim pelatih.
Beberapa nama seperti Ramadhan Sananta dilaporkan sudah tidak memiliki agenda pertandingan bersama klubnya. Kondisi tersebut membuatnya dapat langsung merapat ke Jakarta untuk mengikuti sesi latihan perdana bersama skuad Garuda.
Kedatangan lebih awal pemain lokal memberi keuntungan bagi tim pelatih untuk mulai membangun chemistry dan pemahaman taktik sebelum seluruh pemain berkumpul lengkap.
Pemain Diaspora Menyusul Bertahap
Sejumlah pemain diaspora masih harus menyelesaikan jadwal pertandingan di kompetisi Eropa sebelum terbang ke Indonesia. Nama-nama seperti Elkan Baggott, Emil Audero, Kevin Diks, Ole Romeny, dan Justin Hubner baru saja membela klub masing-masing pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Sementara itu, beberapa pemain lainnya masih memiliki jadwal pertandingan pada Minggu, 22 Maret 2026. Mereka diperkirakan baru melakukan perjalanan ke Indonesia pada Senin, 23 Maret 2026.
Dengan jadwal tersebut, seluruh pemain diproyeksikan sudah berkumpul lengkap pada Selasa, 24 Maret 2026. Waktu persiapan yang singkat membuat tim pelatih harus memaksimalkan setiap sesi latihan untuk mematangkan strategi.
Lawan Sudah Bergerak ke Jakarta
Tidak hanya Indonesia yang bersiap, calon lawan juga mulai melakukan perjalanan. Tim nasional Saint Kitts and Nevis mengumumkan telah bertolak menuju Jakarta untuk mengikuti turnamen.
Indonesia memang ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026 dengan menghadirkan tiga negara dari konfederasi berbeda. Seluruh pertandingan akan dipusatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pada laga semifinal 27 Maret 2026, Garuda dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis. Di hari yang sama, Bulgaria akan bertemu Kepulauan Solomon. Pemenang kedua laga akan melaju ke final, sedangkan tim yang kalah memperebutkan posisi ketiga pada 30 Maret 2026.
Waspadai Kekuatan Saint Kitts and Nevis
Saint Kitts and Nevis datang dengan sejumlah pemain andalan yang patut diwaspadai. Salah satunya penjaga gawang Valetta FC di Malta, Julian Archibald, yang dikenal memiliki refleks cepat dan pengalaman kompetisi Eropa.
Selain itu, terdapat talenta muda yang bermain di akademi Inggris serta pemain berpengalaman yang pernah merumput di kompetisi profesional Inggris. Kombinasi pemain muda dan senior membuat tim Karibia tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.
Nasib Rafael Struick Jadi Sorotan
Di tengah persiapan tim nasional, nasib penyerang muda Rafael Struick ikut menjadi perhatian publik. Pemain yang sebelumnya menjadi langganan timnas itu kini kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di level klub.
Bersama Dewa United, Struick baru tampil dalam 15 pertandingan musim ini dengan total 369 menit bermain serta mencetak satu gol. Minimnya kontribusi membuat peluangnya kembali dipanggil tim nasional semakin berat.
Presiden klub, Ardian Satyanegara, menegaskan manajemen tidak pernah mencampuri keputusan teknis pelatih terkait komposisi pemain. Evaluasi performa sepenuhnya menjadi kewenangan tim pelatih.
Secara statistik, Struick sebenarnya telah mengoleksi 23 caps bersama Garuda. Namun penampilan terakhirnya terjadi pada Maret 2025 saat Indonesia menghadapi Australia di ajang kualifikasi Piala Dunia.
Situasi tersebut membuat Struick harus bekerja ekstra keras untuk mengembalikan performa terbaiknya jika ingin kembali mendapat tempat di skuad nasional.
Dengan jadwal turnamen yang semakin dekat, seluruh perhatian kini tertuju pada kesiapan Skuad Timnas Indonesia. Dukungan publik diharapkan menjadi energi tambahan agar Garuda mampu tampil maksimal dan meraih hasil positif di kandang sendiri.
Editor : Fadhilah Salsa Bella