Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bos Serie A Ngamuk! Sebut Como 1907 Milik Grup Djarum Sebagai Parasit yang Merusak Masa Depan Timnas Italia.

Natasha Eka Safrina • Selasa, 24 Maret 2026 | 17:55 WIB
Geger! Bos Serie A sebut Como 1907 milik Grup Djarum parasit sepak bola Italia. Simak skandal kebijakan transfer pemain asing & reaksi Fabregas di sini.
Geger! Bos Serie A sebut Como 1907 milik Grup Djarum parasit sepak bola Italia. Simak skandal kebijakan transfer pemain asing & reaksi Fabregas di sini.

 

JAKARTA – Sebuah badai besar tengah mengguncang jagat sepak bola Italia. Klub kecil dari pinggiran Danau Como yang kini dimiliki oleh konglomerat asal Indonesia, Como 1907 milik Grup Djarum, mendadak menjadi pusat kontroversi. Bukan karena prestasi promosinya yang mengejutkan, melainkan karena tuduhan serius dari petinggi kasta tertinggi sepak bola Italia (Serie A) yang menyebut kebijakan transfer klub tersebut sebagai "parasit" yang tengah menggerogoti masa depan Timnas Italia, Gli Azzurri.

Kemarahan Bos Serie A meledak di depan media setelah melihat manuver Como 1907 milik Grup Djarum yang sangat agresif mengimpor pemain muda berbakat dari Argentina, Spanyol, hingga Kroasia. Di tengah krisis talenta lokal yang membuat Italia terancam gagal melaju ke Piala Dunia 2026, Como dituding egois. Mereka disebut hanya memanfaatkan tanah Italia sebagai etalase bisnis untuk mencetak pemain bintang non-Italia, lalu menjualnya demi keuntungan finansial tanpa memberikan kontribusi bagi kejayaan tim nasional setempat.

Dominasi Como 1907 milik Grup Djarum yang kini nangkring di posisi kelima klasemen sementara Serie A dianggap sebagai penghinaan bagi tradisi lama Italia. Para raksasa liga yang mulai gemetar melihat kekuatan uang baru dari Asia ini mulai melancarkan serangan verbal, mempertanyakan apakah investor asal Indonesia ini sedang membangun revolusi sepak bola atau justru merusak ekosistem talenta lokal dari dalam.

Baca Juga: Aroma Liga Inggris di Skuad Final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, 5 Pemain Abroad Jadi Senjata Baru Garuda

Krisis Timnas Italia dan Pabrik Talenta yang Sekarat

Untuk memahami kemarahan publik Italia, kita harus melihat potret buram Timnas mereka saat ini. Negara pengoleksi empat trofi Piala Dunia itu kini dihantui trauma besar setelah gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022. Kini, di tahun 2026, alarm bahaya kembali berbunyi setelah Italia kalah bersaing dengan Norwegia di babak kualifikasi dan harus menjalani partai hidup-mati melawan Irlandia Utara.

Legenda Inter Milan, Marco Materazzi, menyebut Italia telah kehilangan "pabrik" talenta kelas dunia. Di tengah situasi sekarat tersebut, Como 1907 justru tampil sebagai fenomena yang tidak peduli dengan nasib negara tempat mereka bernaung. Alih-alih membina pemain lokal, tulang punggung keberhasilan Como justru terletak pada legiun asing muda seperti Nico Paz (Real Madrid), Jesus Rodriguez (Spanyol), dan Martin Baturina (Kroasia) yang dijuluki penerus Luka Modric.

Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia Mulai Berkumpul Jelang FIFA Series 2026, Elkan Baggott hingga Emil Audero Segera Gabung

Teori Konspirasi: Pola Como vs Naturalisasi di Indonesia

Menariknya, para pengamat di Italia mulai mengaitkan pola pengembangan Como dengan apa yang terjadi di sepak bola Indonesia saat ini. Muncul teori konspirasi yang menarik garis lurus antara kebijakan Grup Djarum di Italia dengan langkah PSSI yang gencar melakukan naturalisasi pemain keturunan Belanda. Keduanya dianggap menggunakan "jalan pintas" untuk mendongkrak prestasi secara instan.

Baik manajemen Como maupun federasi sepak bola di Indonesia dinilai tidak percaya pada proses pembinaan akar rumput negara yang bersangkutan. Kritik pedas pun bermunculan; jika Grup Djarum di Italia dianggap merusak ekosistem lokal, maka kebijakan di Indonesia juga dianggap mengabaikan talenta asli tanah air. Ini adalah perdebatan panas tentang mempertahankan identitas nasional melawan kebutuhan akan kemenangan cepat di industri sepak bola modern.

Jawaban Menohok Cesc Fabregas: Perbaiki Mentalitas Kalian!

Menanggapi tuduhan tersebut, pelatih Como 1907 sekaligus legenda hidup sepak bola, Cesc Fabregas, memberikan jawaban yang sangat pedas. Ia tidak membantah bahwa timnya minim pemain lokal, namun ia justru menunjuk hidung sistem kepelatihan di Italia yang dianggap kolot dan konservatif.

Baca Juga: Resmi! Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 Diumumkan, Comeback Elkan Baggott Jadi Sorotanai

"Jika seorang pemain muda melakukan satu kesalahan kecil, kalian langsung menghakiminya dan membuangnya ke bangku cadangan," ujar Fabregas dengan nada tajam. Ia membela kebijakan Grup Djarum dengan menegaskan bahwa pemain dipilih berdasarkan kualitas teknis dan kecocokan taktik, bukan paspor. Fabregas menyarankan agar otoritas sepak bola Italia berhenti menyalahkan investor Indonesia dan mulai memperbaiki sistem kepelatihan mereka yang sudah ketinggalan zaman.

Ketegangan antara Como 1907 dan otoritas Serie A menjadi bukti nyata bahwa kekuatan finansial dari Nusantara telah mengguncang tatanan lama sepak bola Eropa. Apakah model bisnis ini akan membuktikan diri sebagai yang paling benar, ataukah tekanan publik Italia akan memaksa Como mengubah haluan? Satu yang pasti, revolusi sepak bola yang dipicu tangan dingin dari Nusantara ini telah mengubah Danau Como menjadi medan perang ideologi yang sangat menarik untuk disimak.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Cesc Fabregas #Como 1907 milik Grup Djarum #Serie A Italia