TRENGGALEK NJENGGELEK – Como 1907 tengah menjadi fenomena baru di sepak bola Italia.
Klub yang dulu tenggelam di kasta bawah kini mencuri perhatian setelah promosi ke Serie A dengan gaya bermain modern dan filosofi yang tidak biasa.
Kebangkitan Como 1907 tidak hanya soal hasil, tetapi juga cara bermain.
Dalam beberapa musim terakhir, klub ini menunjukkan identitas kuat melalui penguasaan bola, pressing terorganisir, dan build-up yang rapi.
Perubahan Como 1907 tidak lepas dari peran manajemen baru sejak 2019.
Namun di lapangan, transformasi ini dipimpin oleh sosok Cesc Fabregas yang kini menjadi pelatih kepala.
Evolusi Gaya Bermain Modern
Di bawah arahan pelatih sebelumnya, Como sudah mulai menerapkan sistem permainan berbasis penguasaan bola. Filosofi itu kemudian dilanjutkan dan disempurnakan oleh Fabregas.
Ia menolak pendekatan pragmatis khas Italia. Sebaliknya, Como bermain progresif dengan fokus pada kontrol permainan dan kecerdasan kolektif.
Hasilnya terlihat jelas. Pada musim 2023-2024, Como mencatat penguasaan bola tertinggi di Serie B dengan rata-rata 58 persen. Akurasi passing mereka juga mencapai 84 persen.
Statistik ini menunjukkan bahwa Como bukan sekadar tim promosi biasa. Mereka datang ke Serie A dengan identitas yang matang.
Rekrutmen Presisi, Bukan Sensasi
Salah satu kunci sukses Como 1907 adalah strategi rekrutmen. Klub ini tidak tergoda membeli pemain mahal, melainkan fokus pada pemain yang sesuai sistem.
Beberapa nama seperti Patrick Cutrone menjadi contoh bagaimana pemain yang sempat stagnan bisa berkembang kembali di Como.
Selain itu, kombinasi pemain muda dan berpengalaman membuat tim lebih stabil.
Sekitar 70 persen skuad yang promosi ke Serie A tetap dipertahankan. Ini menjadi langkah langka di sepak bola modern, di mana banyak klub memilih merombak total tim.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Kekompakan tim tetap terjaga, sehingga adaptasi di level tertinggi berjalan lebih mulus.
Promosi Bukan Akhir, Tapi Awal
Keberhasilan promosi ke Serie A pada 2024 menjadi titik penting dalam perjalanan Como. Namun manajemen menegaskan bahwa itu bukan tujuan akhir.
Alih-alih belanja besar, Como tetap konsisten dengan strategi awal. Mereka hanya memperkuat posisi yang benar-benar dibutuhkan.
Pendekatan ini berbeda dengan banyak klub promosi yang gagal karena terlalu cepat mengejar ambisi besar. Como memilih jalan lebih stabil dan terukur.
Tantangan Bertahan di Serie A
Meski tampil menjanjikan, tantangan Como 1907 masih besar. Serie A dikenal sebagai liga dengan persaingan ketat dan tekanan tinggi.
Namun dengan filosofi yang jelas dan struktur tim yang solid, Como memiliki peluang untuk bertahan. Bahkan, mereka berpotensi menjadi kuda hitam jika konsistensi terjaga.
Yang paling menarik, Como tidak hanya ingin menang. Mereka ingin menang dengan cara yang bisa diulang dan dikembangkan dalam jangka panjang.
Identitas Jadi Kunci
Como 1907 membuktikan bahwa identitas lebih penting daripada sekadar hasil instan.
Dengan filosofi permainan yang jelas, klub ini mampu bersaing tanpa harus menjadi “klub sultan” yang boros.
Jika mampu mempertahankan arah ini, Como bukan hanya akan bertahan di Serie A, tetapi juga menjadi contoh baru bagaimana klub kecil bisa berkembang dengan cara cerdas.
Kebangkitan Como 1907 pun menjadi bukti bahwa masa depan sepak bola tidak selalu ditentukan oleh uang besar, tetapi oleh strategi, kesabaran, dan identitas yang kuat.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan