RADAR TRENGGALEK - Sosok Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian publik dalam ajang Moto3 musim 2026. Kali ini, pembalap muda asal Indonesia tersebut sukses menembus sesi kualifikasi kedua (Q2) pada seri Amerika di Circuit of the Americas.
Sosok Veda Ega Pratama semakin diperhitungkan setelah tampil impresif di sirkuit yang benar-benar baru baginya. Pada sesi practice yang berlangsung sengit, ia berhasil mengamankan posisi ke-14, yang merupakan batas akhir pembalap yang lolos langsung ke Q2.
Sosok Veda Ega Pratama pun semakin menunjukkan kualitasnya sebagai rookie berbahaya di Moto3 2026. Ia tidak hanya mampu beradaptasi dengan cepat, tetapi juga bersaing dengan para pembalap top dunia dalam waktu singkat.
Perjalanan di Sesi Practice
Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Veda sempat berada di posisi ke-15 dengan selisih waktu sekitar 1,7 detik dari pembalap tercepat. Hasil tersebut sempat menimbulkan keraguan terkait kemampuannya di lintasan Austin.
Namun, pada sesi practice yang menjadi penentuan, Veda menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam durasi 35 menit sesi, ia bahkan sempat bertahan di posisi tiga besar hingga memasuki menit ke-25.
Sayangnya, pada fase time attack di 10 menit terakhir, sejumlah pembalap lain berhasil mempertajam catatan waktu mereka. Hal ini membuat posisi Veda turun hingga peringkat ke-14.
Konsistensi Jadi Kunci
Meski turun posisi, hasil tersebut tetap menjadi pencapaian penting bagi sosok Veda Ega Pratama. Ia berhasil mencatatkan waktu 2 menit 14,484 detik, hanya terpaut sekitar 0,727 detik dari pembalap tercepat, Maximo Quiles.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa Veda memiliki konsistensi yang baik sepanjang sesi. Ia mampu menjaga ritme balap dan tetap berada dalam persaingan ketat di papan atas.
Kemampuan ini menjadi modal penting dalam menghadapi sesi kualifikasi dan balapan utama Moto3 Amerika 2026.
Adaptasi Cepat di Sirkuit Baru
Circuit of the Americas dikenal sebagai salah satu sirkuit paling teknis di kalender Moto3. Banyak pembalap rookie kesulitan menemukan ritme di lintasan ini.
Namun, Veda justru mampu tampil kompetitif sejak awal. Hal ini membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap karakter sirkuit baru.
Dengan kombinasi teknik balap yang matang dan pemahaman lintasan yang cepat, Veda mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.
Tantangan di Kualifikasi dan Balapan
Lolos ke Q2 memberikan keuntungan besar bagi Veda. Ia memiliki peluang untuk старт dari posisi yang lebih baik di grid balapan.
Namun, tantangan sebenarnya masih menanti. Persaingan di Moto3 dikenal sangat ketat, terutama pada sesi kualifikasi di mana selisih waktu antar pembalap sangat tipis.
Veda perlu memaksimalkan performanya agar bisa mendapatkan posisi старт terbaik dan membuka peluang meraih hasil maksimal di balapan.
Harapan Baru Balap Indonesia
Keberhasilan sosok Veda Ega Pratama tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa harapan besar bagi dunia balap Indonesia.
Ia menjadi salah satu pembalap muda yang mampu bersaing di level internasional dan menunjukkan potensi besar untuk masa depan.
Dengan performa yang terus meningkat, Veda berpeluang menjadi ikon baru balap motor Indonesia di kancah dunia.
Kiprahnya di Moto3 2026 juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengejar mimpi di dunia motorsport.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula