TRENGGALEK NJENGGELEK - Marc Marquez menunjukkan mental juara saat memimpin sesi latihan bebas MotoGP Amerika Serikat yang berlangsung penuh drama dan kecelakaan, Jumat (hari setempat).
Marc Marquez langsung menjadi sorotan utama dalam sesi latihan MotoGP Amerika setelah mengalami kecelakaan hebat di FP1 dengan kecepatan mencapai 190 km/jam.
Meski sempat terjatuh keras, pembalap pabrikan Ducati itu hanya mengalami memar ringan pada tangan dan mampu bangkit dengan performa impresif.
Di sesi latihan bebas MotoGP Amerika tersebut, Marquez mencatatkan waktu terbaik 2 menit 00,927 detik.
Catatan ini menempatkannya sebagai yang tercepat di antara para rivalnya, sekaligus mempertegas statusnya sebagai kandidat kuat juara di Circuit of The Americas.
Sesi Penuh Kecelakaan
Sesi latihan MotoGP Amerika berlangsung dalam kondisi sulit dengan suhu lintasan yang meningkat tajam. Dalam 10 menit pertama saja, sejumlah pembalap langsung terjatuh.
Beberapa nama besar seperti Jorge Martin, Enea Bastianini, Franco Morbidelli, hingga Pedro Acosta mengalami insiden.
Total terdapat sembilan pembalap yang terjatuh sepanjang sesi, menjadikan latihan kali ini sebagai salah satu yang paling kacau musim ini.
Di tengah kekacauan tersebut, Ai Ogura tampil mengejutkan dengan finis di posisi kedua, diikuti Fabio Di Giannantonio di posisi ketiga.
Persaingan Ketat di Klasemen
Pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, harus puas di posisi keempat.
Sementara adik Marquez, Alex Marquez, bangkit dari kecelakaan dan finis di posisi kelima.
Di sisi lain, Francesco Bagnaia sempat terancam gagal masuk Q2, namun berhasil memperbaiki waktu di akhir sesi dan finis di posisi kedelapan.
Sementara itu, performa Yamaha masih belum kompetitif. Fabio Quartararo hanya mampu berada di posisi ke-15, tertinggal lebih dari satu detik dari Marquez.
Ambisi Hentikan Dominasi Bezzecchi
Marquez mengakui bahwa target utamanya saat ini adalah menghentikan laju Bezzecchi yang tengah on fire dengan empat kemenangan beruntun.
“Dia pembalap tercepat saat ini. Kami akan mencoba menghentikannya, tapi itu tidak mudah,” ujar Marquez.
Meski begitu, Marquez optimistis dengan peluangnya di Austin, trek yang dikenal sebagai salah satu favoritnya.
Ia telah meraih tujuh kemenangan di sirkuit tersebut sepanjang kariernya.
Fokus pada Konsistensi
Marquez menegaskan bahwa kunci utama yang masih perlu ia perbaiki adalah konsistensi lap time.
“Kami punya kecepatan, tapi harus lebih konsisten. Itu target utama kami,” jelasnya.
Dengan kondisi fisik yang semakin membaik pasca cedera, Marquez kini terlihat lebih siap bersaing di barisan depan MotoGP Amerika.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Bulgaria, Waspada! 15 Menit Awal Bisa Jadi Bencana di Final FIFA Series 2026
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan