TRENGGALEK NJENGGELEK - Jakarta Pertamina Enduro membuat gebrakan besar menjelang semifinal Proliga 2026.
Tim ini resmi melepas Yana Cherban dan menggantinya dengan strategi permainan baru yang lebih cepat dan agresif.
Keputusan ini menjadi bagian dari transformasi besar tim dalam menghadapi semifinal Proliga 2026.
Bukan sekadar pergantian pemain, langkah ini disebut sebagai perubahan identitas permainan secara menyeluruh.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis 30 Maret 2026, Jakarta Pertamina Enduro mengonfirmasi perpisahan dengan Yana Cherban.
Pemain asal Rusia tersebut sebelumnya menjadi salah satu kunci keberhasilan tim menjuarai Proliga 2025.
Perubahan Strategi Total
Pergantian ini berkaitan erat dengan perubahan taktik yang ingin diterapkan pelatih.
JPE kini beralih dari pola permainan lambat ke sistem fast tempo yang mengandalkan kecepatan serangan.
Masuknya Yum Hye-seon sebagai setter menjadi faktor utama. Ia dikenal memiliki kemampuan distribusi bola cepat dan akurat, yang memungkinkan serangan lebih variatif.
Dengan komposisi baru ini, JPE meninggalkan konsep dua penyerang asing dan beralih ke kombinasi setter asing serta satu attacker utama.
Reuni Trio Ikonis
Menariknya, kehadiran Yum Hye-seon juga menghadirkan reuni penting.
Ia kembali dipasangkan dengan Megawati Hangestri Pertiwi, yang sebelumnya pernah bermain bersama di liga Korea.
Koneksi keduanya disebut sudah terbangun dengan sangat baik, bahkan dianggap memiliki “telepati” di lapangan.
Hal ini diyakini mampu meningkatkan efektivitas serangan Megawati secara signifikan.
Kombinasi ini juga diperkuat oleh Giovana Milana, yang melengkapi kekuatan lini serang JPE.
Alasan Melepas Yana Cherban
Meski performa Yana Cherban cukup stabil, keputusan tetap diambil demi kebutuhan strategi.
Dalam fase reguler, Yana mencatat lebih dari 2000 poin, menunjukkan kontribusi besar bagi tim.
Namun dalam sistem permainan baru yang mengutamakan kecepatan, posisi setter menjadi lebih krusial dibandingkan tambahan attacker.
Dengan demikian, kehadiran Yum Hye-seon dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan taktik tim saat ini.
Target Juara Proliga 2026
Langkah berani ini mempertegas ambisi Jakarta Pertamina Enduro untuk mempertahankan gelar juara.
Tim ingin tampil lebih dominan dengan gaya permainan yang belum pernah diterapkan sebelumnya di Proliga.
Serangan cepat, distribusi bola presisi, dan sinergi antar pemain menjadi fokus utama.
Manajemen tim bahkan menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar eksperimen, melainkan strategi matang untuk mendominasi kompetisi.
Tantangan di Semifinal
Meski terlihat menjanjikan, strategi ini tetap menyimpan risiko. Adaptasi pemain terhadap sistem baru menjadi faktor penentu keberhasilan.
Namun dengan pengalaman pemain dan kualitas pelatih, JPE optimistis bisa menjawab tantangan tersebut.
Semifinal Proliga 2026 pun akan menjadi ujian sesungguhnya. Apakah strategi baru ini mampu membawa Jakarta Pertamina Enduro kembali ke puncak, atau justru menjadi perjudian yang berisiko tinggi.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan